Pembangunan Jembatan Brawijaya Baru 82 Persen

164
Ilustrasi jembatan - Dok CDN

KEDIRI – Pembangunan Jembatan Brawijaya, yang melintas di atas Sungai Brantas, baru mencapai 82,5 persen. Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mencoba untuk mengebut proses pembangunan, memenuhi target selesai pada akhir 2018.

“Progres fisik 82,5 persen, direncanakan pada 20 Desember atau satu pekan sebelum 26 Desember sudah terselesaikan,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri, Apip Permana, Sabtu (8/12/2018).

Hingga kini, terdapat beberapa bagian dari jembatan, yang masih dalam proses penyelesaian. Diantaranya, alumunium composite panel (ACPP gerbang bagian barat, serta aksesori sentring. Diyakini, hingga tenggat waktu yang diberikan semua pekerjaan bisa selesai. Pemkot Kediri, meneruskan pembangunan Jembatan Brawijaya, yang menjadi sarana penghubung daerah barat dan timur daerah di Kota Kediri. Pemkot, telah melakukan tanda tangan kontrak sejak 5 Juli 2018, untuk kegiatan pembangunan lanjutan tersebut.

Pemkot Kediri, sebelumnya telah melakukan uji beban jembatan, pada Mei 2018 silam melibatkan tim dari ITS Surabaya. Uji beban sengaja dilakukan, untuk menguji kekuatan jembatan. Pengukuran kekuatan dengan metode getar, dilakukan setelah proses pembangunan jembatan tidak dilanjutkan pengerjaannya sejak lama. Pengujian mengikuti kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI), dalam pengukuran jembatan untuk keselamatan jembatan dengan menggunakan beban.

Uji dilakukan, untuk memberikan keyakinan dan memastikan, tidak ada masalah teknis dari struktur jembatan. Uji beban melibatkan 16 unit truk, yang diparkir di atas jembatan, dengan total berat hampir 800 ton. Truk itu digunakan sebagai media tes beban mengukur kekuatan jembatan, yang memiliki panjang kurang lebih 175 meter tersebut.

Pengajuan izin untuk meneruskan pembanguanan, juga sudah didapat, sehingga bisa diteruskan. Beberapa yang dilanjutkan pembangunannya adalah, pembangunan plat lantai, pengaspalan jalan, penggantian elastomer atau bantalan jembatan serta beragam aksesoris arsitektur seperti lampu gapura. “Semua sudah diinvetarisasi, mana-mana yang harus dikerjakan untuk kelanjutan pembangunan ini. Kemungkinan nanti area tepat di bawah jembatan juga akan dilokalisasi sementara untuk pengamanan,” kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Kediri, Sunyata.

Jembatan Brawijaya Kediri, dibangun pada masa Wali Kota Samsul Ashar. Pembangunan mempergunakan dana APBD Kota Kediri. Namun, proyek itu tersendat setelah terjadi kasus hukum. Pemkot Kediri sejak 2015, telah mengalokasikan anggaran untuk penyelesaian pembangunan jembatan. Namun dana tidak pernah terserap karena kasus hukum yang merundung pembangunan jembatan. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...