Pembangunan Kota Baru Mandiri di Kaltara, Berlanjut

193

TANJUNG SELOR  – Pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara berlanjut, saat  ini fokus pembebasan lahan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara, Dr. Suheriyatna di Tanjung Selor, Jumat, mengatakan, pemprov bertekad membangun KBM sekitar 2 kilometer dari pusat Kota Tanjung Selor untuk mendukung roda pemerintahan sebagai konsekuensi terbentuknya Kalimantan Utara yang merupakan provinsi termuda.

Pemprov Kaltara sejak 2017 membebaskan lahan 100,20 hektare. Pada 2018 seluas 559.07 hektare, dan tahun depan ditaksir bisa mencapai 175,55 Ha.

Pengembangan KBM Tanjung Selor merupakan bagian dari amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Selain itu mendukung program Nawacita ke-3, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia.

Untuk itu, Pemprov Kaltara sangat diharapkan Pemerintah Pusat dapat berperan dalam membantu menyediakan infrastruktur dasar di KBM Tanjung Selor.

Terkait kebijakan politik, Pusat sudah mendukung melalui terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2018, tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor.

Pemprov berharap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk dapat memenuhi Inpres tersebut.

Peran Menteri ATR/Kepala BPN ini penting, yakni memberikan asistensi dan bimbingan teknis kepada Kabupaten Bulungan terkait RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) KBM Tanjung Selor.

Selain itu, juga memfasilitas percepatan sertifikat tanah untuk pembangunan KBM Tanjung Selor.

Pembangunan KBM Tanjung Selor termasuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Strategis Provinsi (KSP).

KBM Tanjung Selor sendiri, merupakan kota baru yang menjadi pusat pemerintahan serta pusat pengembangan bisnis dan investasi di sektor industri. Juga sebagai etalase kota terdepan atau beranda NKRI.

“KBM ini akan memiliki luas total lahan sekitar 14 ribu hektare. 550 hektare merupakan lahan efektif untuk pusat pemerintahan Provinsi Kaltara, serta 2 ribu hektare sebagai fasilitas pendukung pusat pemerintahan,” ujar Suheriyatna. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...