Pembangunan Puskesmas Banti Mimika, Masuk Prioritas

MIMIKA — Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, menilai pembangunan gedung Puskesmas Banti, Distrik Tembagapura, merupakan hal prioritas guna memudahkan pelayanan kesehatan kepada lebih dari 1.000 jiwa warga di wilayah itu.

Sekretaris Dinkes Mimika, Reynold Ubra, mengatakan jajarannya telah mengikuti pertemuan finalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan di Kementerian Kesehatan baru-baru ini, dimana salah satunya membicarakan penganggaran pembangunan Puskesmas Banti.

“Kami mengusulkan anggaran Rp4 miliar lebih untuk pembangunan gedung Puskesmas Banti beserta sarana dan prasarana petugas medis. Anggaran yang diusulkan itu bersumber dari DAK tahun 2019,” kata Reynol di Mimika, Senin (17/12/2018).

Ia menyebut gedung Puskesmas Banti itu nantinya akan dibangun di bekas Rumah Sakit Waa-Banti milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) yang beberapa waktu lalu dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB. Hal itu juga telah mendapat persetujuan dari pihak LPMAK.

“Kalau untuk lahan tidak ada masalah, tetap dibangun di lokasi yang sama. Begitu juga dengan sekolah,” jelas Reynold.

Sejak fasilitas RS Waa-Banti dibakar oleh KKB pada sekitar Februari lalu, pelayanan kesehatan kepada warga Banti dan sekitarnya dilakukan secara mobile oleh Dinkes Mimika berserta petugas Puskesmas Aroanop.

Di Banti dan kampung-kampung sekitar itu seperti Kimbeli, Tagabra, Opitawak dan lainnya, kini masih bertahan lebih dari 1.000 jiwa penduduk.

Penduduk asli Suku Amungme tersebut enggan eksodus ke Timika saat terjadi konflik antara aparat keamanan dengan pihak KKB.

Keberadaan Puskesmas di Banti juga dinilai strategis mengingat lokasi itu berdekatan dengan pusat pemerintahan Distrik Tembagapura.

“Selama ini di wilayah Banti sama sekali belum ada fasilitas Puskesmas, kalaupun ada pelayanan kesehatan itu dilakukan oleh pihak perusahaan (PT Freeport Indonesia) bekerja sama dengan LPMAK. Dengan akan segera dibangun Puskesmas di Banti maka pemerintah berupaya untuk hadir di tengah masyarakat,” jelas Reynold.

Gedung Puskesmas Banti yang nanti akan dibangun itu rencananya sekaligus menjadi Puskesmas Rawat Inap yang dilengkapi dengan tenaga dokter. (Ant)

Lihat juga...