Pembebasan Lahan Hambat Penyerapan Anggaran Dinas SDA

Editor: Mahadeva

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan – Foto: Dok. CDN

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, menjelaskan, penyerapan anggaran di lembaganya sudah berjalan sampai Desember 2018. Sejauh ini, Dinas SDA telah membayar Rp900 miliar dari total anggaran Rp1,3 triliun. “Dari kemarin itu kita untuk lahan, ya, kurang lebih hampir Rp900 miliar, dari Rp1,3 triliun,” kata Teguh di Balai Kota DKI Jakarta.

Pembebasan lahan di Cipinang-Melayu disebutnya, mengalami ketidak-cocokan harga jual. Harga jual lahan saat ini telah berubah signifikan. “Saya sudah sampaikan ke Bapak Gubernur, harga yang dipakai KJPP 2014 dan nggak mungkin, harga satu juta rupiah, sekarang udah bisa di atas lima juta rupiah,” kata Teguh.

Dinas SDA disebutnya, akan melakukan pembaharuan harga, meskipun disadari sudah tidak ada waktu lagi di 2018. Dinas SDA akan membayarkan sisa anggaran senilai Rp400 miliar, di awal 2019 mendatang. Pembebasan lahan tersebut menjadi prioritas kegiatan dari instansi tersebut. Dari anggaran Rp1,8 triliun, sebanyak Rp450 miliar digunakan untuk pembelian lahan alkal yang dibatalkan. Pembebasan lahan waduk, situ, dan embung, dianggarkan Rp500 miliar.

Sementara untuk normalisasi kali dan sungai dianggarkan Rp800 miliar.”Dari 800 itu ya mudah-mudahan angka itu bisa terealisasi lah hampir di atas 90 persen. Termasuk untuk waduk, sudah oke,” jelasnya.

Khusus wilayah sungai Ciliwung, per Desember 2018 tercatat ada 152 bidang tanah yang telah dibebaskan. Totalnya mencapai 24.344 meter persegi. Nilai pembebasannya sebesar Rp200.519.368.

Lihat juga...