Pembudidaya Lele Sistem Bioflok Keluhkan Seringnya Mati Listrik

606
Kolam ikan lele sistem bioflok, ilustrasi -Dok: CDN

KOBA – Kelompok budi daya ikan air tawar jenis lele sistem bioflok di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengeluhkan kondisi arus listrik yang sering padam, karena berpengaruh terhadap bibit lele yang baru disemai di dalam kolam.

“Belakangan ini, listrik sering padam tiba-tiba, kondisi ini jelas merugikan kami para pembudidaya lele jenis bioflok, karena sirkulasi air kolam tergantung dengan listrik,” kata Sepryandi, penggerak kelompok budi daya lele bioflok Kencana Sejahtera, di Koba, Selasa (11/12/2018).

Ia menjelaskan, jika terjadi pemadaman listrik dalam waktu lama dan terjadi secara berulang, maka sudah dapat dipastikan ikan lele akan mati. “Untuk menjaga kondisi air kolam bioflok itu membutuhkan gelembung udara, dan itu digerakkan dengan tenaga listrik. Jika listrik mati, maka lele terancam mati,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam seminggu terakhir, arus listrik sering mati dan tidak ada penjelasan resmi dari pihak PLN Cabang Koba. Pemadaman listrik itu juga dikeluhkan para pembudi daya lele bioflok lainnya.

“Kami tidak punya pembangkit alternatif, benar-benar tergantung dengan listrik PLN. Usaha budi daya lele ini dijalankan dengan sistem kelompok, usaha yang belum begitu berkembang, namun memiliki prosfek ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, budi daya lele bioflok yang dijalankan secara kelompok itu merupakan binaan pemerintah daerah dan mendapat bantuan kolam bioflok beserta bibit. “Bantuan yang diberikan itu berbentuk stimulan saja, dengan harapan kelompok ini maju dan berkembang, sehingga bisa menjalankan usahanya secara mandiri,” ujarnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...