Pembudidaya Rumput Laut di Ketapang Sukses Sediakan Bibit Sendiri

Editor: Mahadeva WS

183

LAMPUNG – Pembudidaya rumput laut di pantai Alami Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang sukses menyediakan bibit secara mandiri. Sebelumnya, bibit didatangkan dari Jawa Barat. Jenis rumput laut yang dikembangkan berupa rumput laut Spinosum (Eucheuma spinosum).

Bibit rumput spinosum dibeli dengan harga Rp1.000 perkilogram. Diawal budi daya, dibeli sebanyak 500 kilogram. Rumput laut spinosum, dipilih karena lebih murah dibandingkan bibit rumput laut jenis Cottonii (Eucheuma cottonii). Sebagai pembudidaya sistem tradisional, bibit yang berharga murah dipilih, menyesuaikan anggaran yang dimiliki.

“Generasi pertama bibit yang saya beli kurang lebih satu tahun lalu dikembangkan terus menerus dengan sistem tradisional untuk mengurangi pengeluaran pembelian bibit, kualitasnya juga cukup baik,” terang Rodi salah satu pembudidaya rumput laut spinosum, saat ditemui Cendana News di pantai Alami Ketapang, Senin (3/12/2018).

Rumput laut jenis spinosum yang sudah dikeringkan siap dijual ke pengepul – Foto Henk Widi

Bibit rumput laut spinosum, disediakan secara khusus sebanyak 100 lajur, berupa tali yang diberi pelampung botol plastik bekas. Pada musim tanam rumput laut, yang biasanya terjadi menjelang akhir tahun, Rodi menyediakan bibit hingga satu ton. Bibit tersebut, dipencarkan menjadi 200 lajur, dengan panjang lajur masing masing 30 meter. Penyediaan bibit secara mandiri diklaim cukup efesien, karena sistem tersebut lebih hemat. Proses penyediaan bibit, dapat dilakukan bersamaan dengan proses pemilahan bagian tanaman yang bisa dipanen.

Jenis rumput laut spinosum atau dikenal sebagai rumput laut alami, memiliki daya tahan cukup baik dari penyakit. Meski demikian, pada saat kondisi cuaca tidak menentu, didominasi kemarau diselingi hujan ringan, membuat hama lumut hijau menyerang. Hama membuat petumbuhan batang rumput laut tidak maksimal, ditandai batang kerdil. Hama lain yang menyerang adalah ikan semadar, yang memangsa rumput laut pada masa pertumbuhan.

Penyediaan bibit rumput laut secara mandiri, menurut Yanti, istri dari rodi, menghemat biaya awal produksi. Pada proses penanaman sekitar 1 ton bibit dengan harga Rp1.000 perkilogram, ia harus mengeluarkan biaya Rp1juta. Kondisi tersebut membuat pembudidaya tradisional sepertinya, harus memikirkan cara mendapatkan jalan keluar. Didukung oleh pengepul, yang memberi modal, pengembangan bibit rumput laut dilakukan secara mandiri.

Selain efesiensi, budi daya bahan pembuatan agar-agar serta kosmetik tersebut, juga memanfaatkan barang bekas. Barang bekas yang dimanfaatkan berupa botol air mineral plastik sebagai pelampung. Pada penyediaan bibit rumput laut spinosum, dilakukan penandaan secara khusus, berupa tali yang diikatkan pada tonggak kayu di dasar pasir pantai. Kontur pantai yang datar, dengan kedalaman air satu meter saat surut, membuat proses menanam bibit rumput laut lebih mudah dilakukan.

“Sebagian besar tanaman rumput laut sudah dibudidayakan dari hasil pembuatan bibit secara mandiri selama setahun terakhir, sebagian juga dibeli dari pembudidaya rumput laut lain,” tambah Yanti.

Penyediaan bibit secara mandiri, dapat dimanfaatkan untuk mengalihkan biaya menjadi upah pekerja. Pekerja pada budi daya rumput laut, kerap diperlukan saat proses penyiapan bibit, yang ditali pada jalur, kemudian pada saat melepas rumput laut saat panen. Pembudidaya rumput laut lain, Salim, menyebut,  penyediaan bibit secara mandiri sangat penting. Bersama anggota kelompok pembudidaya rumput laut Kelompok Sandang Pangan, Dia menganjurkan pembudidaya wajib menyediakan bibit.

Penyediaan bibit sebagai cadangan saat terjadi kondisi tidak diharapkan, berupa serangan penyakit dan kerusakan akibat kondisi alam seperti angin kencang dan gelombang tinggi. “Satu hamparan budi daya rumput laut, umumnya pembudidaya sudah menyediakan bibit, sehingga terus berkelanjutan tidak terkendala pasokan bibit,” terang Salim.

Prospek penjualan bibit saat ini juga cukup menjanjikan.  Di samping menjual rumput laut spinosum kering, penjualan bibit juga bisa memberikan penghasilan yang lumayan. Kebutuhan bibit satu ton, dengan harga Rp1.000 perkilogram, pembudidaya bisa memperoleh Rp1juta. Sementara rumput laut spinosum kering, harga di tingkat pengepul Rp7.000. Saat panen dengan hasil basah 7 ton, dapat diperoleh rumput laut kering seberat 3 ton. Prospek budidaya rumput laut yang menjanjikan, sangat berpotensi dikembangkan oleh warga pesisir timur Lamsel. Kegiatannya, membutuhkan waktu 30 hingga 34 hari masa tanam hingga panen.

Baca Juga
Lihat juga...