Pemda Flotim Perlu Tata Tenaga Kontrak

Editor: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) diminta unuk melakukan penataan tenaga kontrak yang tersebar di berbagai dinas yang ada di Kabupaten Flores Timur agar bisa dilakukan penghematan anggaran.

“Tenaga kontrak di setiap kantor banyak sekali. Bahkan sudah kelebihan sehingga banyak sekali tenaga kontrak yang tidak ada kerja. Hanya duduk-duduk saja menunggu perintah dari para pegawai,” sebut Hendrikus Ritan, salah seorang warga yang pernah menjadi tenaga kontrak, Rabu (5/12/2018).

Dikatakan Hendrik, pemerintah Kabupaten Flores Timur sudah kelebihan tenaga kontrak sebesar 700 orang. Untung saja  bupati juga sempat membatalkan SK pengangkatan 83 tenaga kontrak di RSUD Hendrik Fernandez Larantuka yang dilakukan oleh Sekda Flotim.

“Tenaga kontrak diangkat sesuka hati saja, tanpa melihat kebutuhan yang ada di setiap dinas. Bukan rahasia lagi, kalau dikatakan perekrutan tenaga kontrak berdasarkan pesanan anggota dewan dan pejabat agar saudara dan anggota keluarganya bisa bekerja,” tegasnya.

Hendrik meminta, agar bupati Flores Timur melakukan evaluasi kebutuhan tenaga kontrak yang ada di setiap dinas agar bisa diketahui pasti kebutuhan pegawai negeri dan tenaga kontrak di kabupaten tersebut.

“Pemda Flotim harus membuat analisa kebutuhan pegawai sehingga bisa diketahui kebutuhan riil tenaga kerja di setiap dinas dan badan yang ada di lingkup pemerintahan Kabupaten Flores Timur,” pesannya.

Bupati Kabupaten Flores Timur Antonius Gege Hadjon,ST (baju putih). Foto : Ebed de Rosary
Lihat juga...