Pemerintah Didesak Lanjutkan Pembangunan Jalan Lintas Selatan

KUPANG — Sebanyak empat perwakilan tokoh adat dari empat desa Desa di kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang, mendesak pemerintah untuk segera melanjutkan pembangunan jalan di jalur lintas selatan Pulau Timor.

“Kami ada empat orang perwakilan yang datang ke sini untuk bertemu dengan otoritas yang membangun jalan, namun saat kami ke kantornya ternyata yang bersangkutan lagi tidak berada di tempat,” kata koordinator tokoh adat Eli Mamun di Kupang, Rabu (19/12/2018).

Ia menyebutkan empat perwakilan tokoh adat itu berasal dari desa Nekmese, Tetraen, Sahraen dan Buraen. Ia mengaku bahwa pada Selasa (18/12) kemarin sudah sempat berkunjung ke kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional X Kupang, NTT di Kabupaten Kupang, namun saat tiba di sana, orang yang ingin ditemui tak berada di tempat.

Eli menambahkan tujuannya ingin bertemu kepada BPJN X Kupang karena ingin meminta pemerintah melanjutkan pembangunan ruas jalan di jalur lintas selatan yang sempat terhenti.

Jalan itu merupakan jalan strategis dan akses perbatasan yang berada di ruas jalan Tablolong-Oelalus-Oepaha-Buraen-Terens-Rium, yang panjangnya mencapai 112,80 kilometer.

“Di ruas jalan itu pemerintah hanya membangun jalan beraspal sepanjang 32 kilometer, sedangkan jalan sepanjang 80,8 kilometer belum ditangani,” ujar dia.

Padahal kata dia ruas jalan itu menghubungkan empat kecamatan di Kabupaten Kupang, hingga Kabupaten Timor Tengah Selatan, Malaka sampai Timor Leste.

Eli menambahkan bahwa pemerintah mulai membangun ruas jalan tersebut sejak tahun 2015 kemudian melanjutkan pada tahun 2017, tetapi pada pertengahan tahun 2017 pembangunan jalan tidak dilanjutkan sehingga warga pun tak bisa melalui jalan tersebut.

Padahal jalan bagian selatan pulau Timor sendiri biasa digunakan oleh para pedagang dan pengusaha serta petani menjual hasil buminya ke kabupaten Kupang sepert membawa sayur, kelapa pisang serta hasil kebun lainnya.

Lihat juga...