Pemilih Disabilitas di Bekasi, 1.027 Jiwa

Editor: Koko Triarko

Komisioner KPU Kota Bekasi, Ali Syaifa -Foto: M Amin

BEKASI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, menetapkan jumlah pemilih penyandang disabilitas, mencapai 1.027 jiwa. Angka itu meliputi tunadaksa, netra, rungu dan grahita.

“Rinciannya, tuna daksa berjumlah 256 jiwa, tuna netra 139 jiwa, tuna rungu 128 jiwa, tuna grahita 72 jiwa dan disabilitas lainnya 432 jiwa,” kata Ali Syaifa, Komisioner KPU Kota Bekasi Divisi Teknis Pelaksanaan, Selasa (11/12/2018).

Dikatakan, jumlah itu setelah dilakukan penyempurnaan atas jumlah rekapitulasi daftar pemilih dari hasil perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Hasil Perbaikan 2. Jumlah pemilih disabilitas sudah meliputi disabilitas mental, yang masuk dalam kategori tuna grahita.

Lebih lanjut, Ali mengatakan, dari jumlah DPT Kota Bekasi mencapai 1.682.120, sesuai hasil pleno terdapat jumlah pemilih baru, sebanyak 213.669 jiwa, dengan rincian pemilih laki-laki 106.476 jiwa dan perempuan 107.193 jiwa.

Ketua KPU, Nurul Sumarheny, menambahkan, KPU Kota Bekasi sudah melakukan perekaman peyandang disabilitas mental di dua yayasan di Kota Bekasi. Dari perekaman yang melibatkan Dinas Pendudukan, diketahui ada 22 penyandang disabilitas masuk dalam DPT dan akan mencoblos.

“Sebanyak 22 penyandang disabilitas mental di Kota Bekasi didapat dari Yayasan Galuh, 16 orang, dan enam orang dari Yayasan Jamrud Biru,” tandas Nurul.

Nurul menambahkan, KPU Kota Bekasi sudah berkoordinasi dengan RSUD Kota Bekasi untuk kesediaan dokter jiwa. RSUD menyatakan kesiapan membantu menyediakan dokter jiwa. Namun, dokter jiwa di RSUD Kota Bekasi hanya ada dua, dan satu akan disiagakan.

“RSUD Kota Bekasi sudah menyatakan kesediaan membantu pemeriksaan disabilitas mental, tapi mereka hanya memiliki dua dokter, jadi satu tetap bertugas di RSUD. KPU juga sudah menyurati IDI Jabar, untuk meminta bantuan dokter jiwa,” tegas Nurul.

Dalam kesempatan itu, Nurul mengingatkan kepada warga yang belum terdaftar setelah melakukan pengecekan, untuk melapor, agar mendapatkan formulir A5 masuk sebagai DPTB.

Lihat juga...