Pemilih Penyandang Disabilitas di Kulon Progo Capai 2.283 Orang

Ilustrasi - Pemilu 2019 [Foto: Ist/Dok CDN]

KULON PROGO — Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas pada Pemilu 2019.

“Jumlah penyandang disabilitas di daerah ini mencapai 2.283 pemilih,” kata Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Politik, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kulon Progo, Hidayatut Thoyyibah di Kulon Progo, Selasa (11/12/2018).

Ia mengatakan, saat ini, KPU Kulon Progo sedang intensif menjalin koordinasi dengan organisasi penyandang disabilitas “Bumi Binangun” untuk meningkatkan partisipasi dalam Pemilu 2019.

“Organisasi penyandang disabilitas di Kulon Progo cukup kuat dan beragam. Selain itu, jumlahnya cukup banyak, sehingga tidak ada alasan KPU tidak memfasilitasi mereka menggunakan hak politiknya pada Pemilu 2019,” kata Hidayatut Thoyyibah.

Untuk itu, KPU maupun Bumi Binangun akan menguatkan strategi peningkatan partisipasi dalam tahapan pemilu ataupun sebagai pemilih.

Selain itu, secara khusus KPU akan membentuk Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KPPD) yang peserta pelatihannya separuhnya adalah penyandang disabilitas.

“Komunitas ini akan menindaklanjutinya dengan menjadi relawan pengawas pemilu. Fokusnya untuk melihat aksesibilitas penyandang disabilitas di beberapa TPS,” katanya.

Jumlah pemilih penyandang disabilitas di Kulon Progo sebanyak 2.283 pemilih. Jumlah ini meliputi 571 tunadaksa, 338 tunanetra, 344 tunarungu, 606 tunagrahita dan disabilitas lainnya berjumlah 422 orang.

Jumlah pemilih tersebut telah ditetapkan KPU Kulon Progo dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Pemilu 2019 sebanyak 334.893 pemilih.

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kulon Progo Sarjio mengatakan pengurus difabel setiap kecamatan di Kulon Progo sudah mendapat sosialisasi dari KPU terkait tahapan pemilu hingga peserta Pemilu 2019.

“Dari hasil sosialisasi ini, nantinya akan dituangkan dalam kerja sama antara penyandang disabilitas dan KPU, supaya Pemilu 2019 dapat mengakomodasi hak politik penyandang disabilitas,” katanya. (Ant)

Lihat juga...