Pemilu 2019, Pemilih Pemula Diajak Cermati Track Record Calon

Editor: Mahadeva

441

DENPASAR – Masa depan bangsa ada di tangan generasi mudanya. Mereka adalah, pemilik ketahanan dan kekuatan, untuk mempertahankan kemerdekaan dan kepribadian yang terwujud dalam Pancasila dan UUD 1945.

“Maka dari itu, saya mengajak kepada  generasi muda penerus bangsa, agar tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Generasi muda harus bahu membahu menjaga kualitas demokrasi di Indonesia,” ujar Iwan Dwi Laksono (IDL), dalam acara Talkshow Ngopi (Ngobrol Pemilu), Sabtu (8/12/2018).

IDL, mengingatkan generasi muda khususnya pemilih pemula, agar jangan sampai salah memilih pada pemilu nanti. Dalam talkshow yang diikuti puluhan siswa teresebut, Iwan berharap, jangan sampai pesta demokrasi yang akan digelar pada April 2019 mendatang, diwarnai dengan aksi-aksi yang menjatuhkan persatuan dan kesatuan bangsa. “Kenali dulu track record calon yang akan dipilih dan jangan mau dipengaruhi apalagi di iming-iming janji atau uang,” ujar Ketua Umum Jaman (Jaringan Kemandirian Nasional) tersebut.

Komisioner KPU kota Denpasar, Gede John Darmawan, menjelaskan, dalam pilpres dan pileg 2019, warga akan memilih Presiden, anggota DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten atau Kota. Setiap pemilih, memiliki hak pilih sesuai keinginannya. Untuk itu, sebelum memilih, para pemilih diminta melihat track record calon, dan jangan mau diiming-imingi janji. “Dalam pemilu 2019, sepertiga pemilih yakni sekitar 60 juta adalah kelompok milenial dan suara anak muda ini tak bisa dibeli,” tandasnya.

John menyebut, indeks demokrasi di Indonesia sejak 1998 naik pesat. Saat ini indeks demokrasi Indonesia menduduki rangking 60-an, sebelumnya di 180.

Sementara Achmad Baidowi, dari Bawaslu Kota Denpasar, menekankan pentingnya tercipta pemilu yang berintegritas. Untuk menciptakan politik bersih dan jurdil, maka pemilih jangan tergoda tawaran seperti politik uang. Dan untuk mengantisipasi kecurangan, Bawaslu akan melakukan pengawasan ketat di tiap TPS. “Oleh karenanya dibutuhkan peran kaum muda ini untuk mengawal jalannya pesta demokrasi ini agar berjalan dengan baik,” pungkas mantan Ketua Cabang HMI Denpasar ini.

Baca Juga
Lihat juga...