Pemkab Kudus Latih Wirausaha Industri Kreatif

KUDUS  – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memberikan pelatihan terhadap 50 orang yang disiapkan menjadi calon wirausaha baru untuk menekan angka pengangguran. Misalnya, usaha sablon, fotografi, barista kopi,  dan industri kreatif lainnya.

“Pelatihan yang diberikan, di antaranya terkait perencanaan bisnis dengan menghadirkan berbagai narasumber yang berkompeten di bidangnya,” kata Bupati Kudus Muhammad Tamzil saat membuka pelatihan wirausaha baru di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis.

Dengan pelatihan tersebut, dia berharap, pola pikir calon wirausaha baru tersebut berubah menjadi lebih semangat dan motivasi tinggi membangun usaha secara mandiri.

Selain mendapat pelatihan, kata dia, mereka juga bakal dibantu permodalan untuk setiap calon wirausahawan. Modal yang diberikan sebesar Rp10 juta per orang sehingga untuk pelatihan tahap pertama untuk 50 orang mencapai Rp500 juta yang bersumber dari APBD Kudus 2019.

Bantuan permodalan tersebut khusus untuk membuka usaha yang hendak mereka tekuni.

Output dari pelatihan tersebut, calon wirausahawan wajib membuat proposal bentuk usaha yang akan mereka jalani.  “Proposal tersebut sebagai syarat dalam pencairan modal dari Pemkab sehingga tidak langsung dicairkan 100 persen, melainkan bertahap,” ujarnya.

Terkait pengawasannya, Tamzi menyampaikan, salah satunya dilakukan dengan cara evaluasi dan laporan rutin dari peserta. Nantinya, lanjut dia, mereka juga diminta membuka rekening tabungan peserta pelatihan agar keluar masuknya modal dari pemkab dapat dipantau.

Dalam setahun ditargetkan bisa memberikan pelatihan minimal 500 wirausaha baru sehingga selama lima tahun akan ada 2.500 wirausaha baru.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus, Bambang Tri Waluyo, menambahkan, program pelatihan tersebut sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung program unggulan dari bupati-wakil bupati Kudus periode 2018-2023.

Peserta pelatihan, kata dia, akan dibekali kemampuan tentang produksi, promosi dan pemasarannya. Untuk itu, kata Bambang, para peserta akan dilatih selama 70 jam pelajaran selama tujuh hari. Pelatihan yang diselenggarakan tahun 2018 ini merupakan uji coba yang diikuti 50 peserta, sedangkan tahun depan ketika tahap pertama membuahkan hasil akan ditambah menjadi 500 orang.

Ia menambahkan peserta yang dilatih ketika benar-benar membuka usaha baru, tentunya akan diberikan pendampingan karena selama ini setiap tahunnya selalu didukung anggaran untuk itu. (Ant)

Lihat juga...