Pemkab Lamsel Gerak Cepat Tangani Korban Tsunami

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, bergerak cepat melakukan penanganan pascabanjir akibat bencana tsunami di Selat Sunda, yang melanda kawasan pesisir Bakauheni, Kalianda, Rajabasa dan Katibung.

Ansori, Koordinator Tim IV Penanggulangan Bencana yang diketuai I Ketut Sukerta, mengatakan, pihkanya telah berkoordinasi dengan camat yang wilayahnya terdampak tsunami Selat Sunda, pada Sabtu (22/12) malam.

Anas Ansori bersama tim, menyalurkan bantuan beras, mi instan, minuman, telur, dan mendata serta meninjau penanganan pascabencana tsunami di wilayah pesisir Lamsel.

Anas Ansori yang juga asisten Administrasi Umum Pemkab Lamsel tersebut, menjelaskan, pada tahap pertama, tim mendatangi posko pengungsian di sejumlah desa terdampak, di antaranya di Kecamatan Bakauheni, meliputi Desa Kelawi dan Totoharjo.

Anas Ansori (kanan) Koordinator IV Penanggulangan Bencana Lampung Selatan, dan Zaidan (kiri) Camat Bakauheni, Lampung Selatan -Foto: Henk Widi

“Tim penanggulangan bencana ini semula dibuat untuk menangani banjir oleh Plt Bupati Lamsel. Namun, saat terjadi bencana tsunami, tim digerakkan sesuai dengan wilayah terdampak, apa saja yang dibutuhkan serta langkah lanjutan yang harus dilakukan kepada para korban,” terang Anas Ansori, saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (24/12/2018).

Anas Ansori menyebut, tim mendatangi posko pengungsian sekaligus lokasi dapur umum di Balai Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni. Pada kedatangan tahap pertama, Tim IV menyalurkan 12 dus air minum, 12 dus mi instan dan 70 kilogram beras. Bantuan tersebut merupakan bantuan sementara, menyesuaikan kebutuhan tambahan bantuan yang akan segera disalurkan.

Tim juga sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan, melalui Puskesmas Bakauheni, untuk penanganan kesehatan bagi pengungsi.

Menurutnya, tim kesehatan dari Puskesmas Bakauheni, telah mennyiagakan petugas medis, termasuk ambulans.

Tenaga medis yang disiapkan melakukan pemeriksaan terhadap pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan. Sebab, selama hampir dua malam para pengungsi di wilayah Desa Kelawi, tidur di Balai Desa, hanya beralas ambal.

Musim hujan yang melanda wilayah tersebut, membuat pengungsi rentan mengalami gangguan kesehatan, sehingga tim medis disiapkan.

Di posko pengungsian tersebut, dua warga yang sedang menderita sakit, di antaranya Acep (40) dan Romli (60). Meski mengalami sakit tidak terdampak tsunami, namun untuk menghindarkan kondisi semakin memburuk di posko pengungsian, Acep dirujuk ke Rumah Sakit Umum dr. Bob Bazaar Kalianda, untuk mendapat perawatan. Ambulans dari Puskesmas rawat inap Bakauheni dipergunakan untuk merujuk warga yang sakit.

Anas Ansori menyebut, selain Tim IV Penanggulangan Bencana, Pemkab Lamsel juga mengerahkan tiga tim lain. Tim pertama terdiri dari Asisten Pemerintahan dan Kesra (Koordinator), Dinas Peternakan dan Keswan, BPKAD, BPMPPT, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas PU-PR. Tim tersebut ditempatkan di Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung.

Kelompok kedua, terdiri dari Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Asisten Ekobang, Dinas Pendidikan, Inspektur Kabupaten, BPPRD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Dukcapil. Tim ini ditempatkan di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung.

Kelompok ketiga, terdiri dari Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Kepala BKP, Dinas PP-PA, Bappeda, Dinas Perikanan, Satpol PP, RSUD Bob Bazar, dan Bagian Protokol. Tim ini akan bertugas untuk Kecamatan Kalianda dan Sidomulyo.

Kelompok keempat, terdiri dari BPBD, BKD, Dinas Kominfo, Litbang, Dinas Perindag, Dina Perhubungan, serta Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura. Adapun tim ini bertugas di Kecamatan Palas dan Penengahan.

Tim yang tidak memiliki wilayah terdampak bencana, berkoordinasi dengan tim lain untuk penanganan di wilayah terdampak.

Ambulans Puskesmas Bakauheni merujuk Asep, warga Minang Rua yang sakit ke RSU dr. Bob Bazar Kalianda -Foto: Henk Widi

Sementara itu, Camat Bakauheni, Zaidan, menyebut wilayah terdampak tsunami di Kecamatan Bakauheni umumnya hanya mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa di wilayah Bakauheni, yang meliputi wilayah Desa Totoharjo dan Kelawi.

Sesuai data warga yang mengungsi di posko Desa Kelawi, sebanyak 34 kepala keluarga, dengan 115 jiwa. Desa Totoharjo 164 jiwa dengan lokasi pengungsian berada di Balai Desa.

Zaidan menyebut, posko pengungsian dibuat oleh masyarakat secara mandiri, karena wilayah tersebut merupakan Kampung Siaga Bencana (KSB).

Sejumlah persiapan dilakukan oleh masyarakat, dengan membuat posko sekaligus dapur umum. Masyarakat telah secara mandiri melakukan proses evakuasi, sekaligus berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

Posko yang disiagakan di Kecamatan Bakauheni disebutnya juga terbuka untuk pengungsian di wilayah lain.

“Ada kesiapan dari warga untuk langsung membuat posko pengungsian, sehingga masyarakat tidak menunggu bantuan dari pemerintah,” beber Zaidan.

Pemerintah, katanya, telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan pendataan infrastruktur yang rusak. Sejumlah kerusakan dominan merupakan fasilitas wisata di pantai Minang Rua dan Belebuk Karang Indah, yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Proses rekonstruksi akan dilakukan setelah kondisi normal untuk penanganan pascabencana,” pungkasnya.

 

Lihat juga...