Pemkab Lamsel Imbau tak Rayakan Tahun Baru Berlebihan

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab Lamsel) mengeluarkan surat edaran terkait perayaan tahun baru 2019.

Pelaksana tugas bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, mengeluarkan surat edaran bernomor 900:3004/V.03/2018 tentang imbauan perayaan tahun baru 2019. Imbauan tersebut diedarkan kepada kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Lamsel.

Surat edaran tersebut bahkan disampaikan kepada para camat, lurah, kepala desa, pimpinan instansi, pimpinan Ormas, tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Kabupaten Lamsel.

Nanang Ermanto dalam keterangannya menyebut, sehubungan pergantian tahun 2018 ke tahun 2019 dan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, maka surat edaran tersebut dibuat. Surat edaran yang ditandatangani oleh Plt bupati Lamsel tersebut merupakan upaya untuk menghormati masyarakat Lamsel yang terkena musibah tsunami pada Sabtu (22/12) silam.

Pada surat edaran tersebut bahkan sejumlah tokoh diharapkan agar bisa mengingatkan masyarakat untuk bisa melaksanakan perayaan tahun baru dengan lebih bijak.

“Rasa prihatin dan berempati pada keluarga terdampak bencana alam tsunami membuat Pemkab Lamsel membuat surat edaran terkait perayaan malam pergantian tahun. Karena wilayah Lampung Selatan merupakan satu wilayah yang terdampak parah oleh tsunami,” terang Nanang Ermanto, Plt Bupati Lampung Selatan, dalam keterangan tertulis terkait surat edaran yang dikeluarkan pada Sabtu malam (29/12/2018).

Pemkab Lamsel dalam surat edaran tersebut di antaranya mengimbau masyarakat agar tidak mengadakan acara malam tahun baru 2019 secara berlebihan. Hal tersebut sebagai bentuk rasa belasungkawa dan empati kepada saudara saudara di wilayah Lamsel yang tertimpa musibah atau bencana alam.

Tidak menyalakan kembang api atau pawai keliling menggunakan kendaraan karena dapat menimbulkan kebisingan dan kecelakaan. Selain itu pada surat edaran tersebut diharapkan bisa mengemas perayaan malam tahun baru bertema keagamaan sebagai bentuk introspeksi terhadap apa yang telah dilakukan dan berdoa agar lebih baik di tahun yang akan datang.

Musibah bencana alam tsunami di Selat Sunda mengakibatkan duka mendalam bagi provinsi Lampung dan Banten.

Proses pembersihan puing puing bangunan di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan akibat tsunami Selat Sunda – Foto Henk Widi

Berdasarkan data posko penanganan darurat tsunami kabupaten Lamsel, hingga Sabtu (29/12) malam tercatat sebanyak 117 korban meninggal dunia, 8 orang dinyatakan hilang, 389 luka berat dan sebanyak 3.621 warga mengalami luka ringan. Selain itu sebanyak 7880 pengungsi meninggalkan tempat tinggalnya.

Kerusakan sejumlah tempat wisata di sepanjang pesisir Lampung Selatan dominan terjadi pada sejumlah objek wisata bahari. Kerusakan tersebut meliputi kerusakan hotel, penginapan serta infrastruktur wisata mulai dari wilayah Bakauheni, Rajabasa hingga Kalianda.

Rasa empati kepada korban terdampak tsunami menjadi salah satu alasan surat edaran tersebut dibuat untuk perayaan malam pergantian tahun baru.

Hasan, warga Kalianda menyebut, sangat mendukung langkah pemerintah Lamsel mengeluarkan surat edaran tersebut. Pasalnya malam pergantian tahun bisa menjadi sarana untuk berkumpul bersama keluarga di rumah dan bisa menjadi malam permenungan maupun introspeksi atas tahun yang lewat dan membuat resolusi untuk melakukan hal-hal baik pada tahun mendatang.

Lihat juga...