Pemkab Optimalkan Bantuan Usaha Kelompok Peternak Lebak

Ilustrasi -Ternak domba. Dok CDN

LEBAK — Usaha peternakan di Kabupaten Lebak, Banten, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga pemerintah kabupaten (pemkab) setempat terus mengoptimalkan pembinaan dan penyaluran bantuan ternak di daerah itu.

“Kami tahun ini menyalurkan bantuan domba sebanyak 100 ekor untuk 10 kelompok peternak masyarakat,” kata Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Ignatius Rosmantoro, di Lebak, Banten, Minggu (9/12/2018).

Usaha peternakan hingga kini masih menjadikan andalan pendapatan ekonomi masyarakat Kabupaten Lebak. Pemerintah daerah mengembangkan program Sentra Peternakan Rakyat (SPR) guna meningkatkan populasi produksi ternak dan ekonomi masyarakat.

Saat ini populasi peternakan di Kabupaten Lebak antara lain kerbau sebanyak 34.039 ekor, sapi potong 3.873 ekor, domba 185.401 ekor, kambing 211.140 ekor, ayam buras 2.107.662 ekor, ayam ras pedaging 13.077. 662 ekor, itik 192.005 ekor, ayam ras petelur 91.779 ekor dan itik manila 61.601 ekor.

Namun, produksi peternakan yang menjadikan andalan pendapatan ekonomi masyarakat yakni kerbau dan ayam ras pedaging. Selama ini, Kabupaten Lebak sudah menjadikan swasembada daging peternakan ayam ras dan kerbau itu.

Bahkan, produksi peternakan itu, selain memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat lokal, juga mampu memasok ke Bogor, Cianjur, Tangerang, dan DKI Jakarta.

Pengembangan SPR tersebut bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar, sehingga dapat meningkatkan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Harga ternak ayam ras pedaging sekitar Rp27 ribu per kilogram dan kerbau lumpur berkisar antara Rp16-Rp25 juta per ekor.

“Kami mendorong produksi peternakan terus ditingkatkan karena menyumbangkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Acang (55), seorang peternak kerbau warga Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengatakan ia mengembala kerbau sebanyak 35 ekor dengan membawa ke areal perkebunan kelapa sawit.

Rerumputan di perkebunan itu, kata dia, menjadikan pakan sehari-hari dan tidak ada masalah tanpa menggunakan makanan vitamin maupun konsentrat.

Bahkan pertumbuhan kerbau cukup bagus, termasuk kondisi kesehatan juga jumlah populasi terus bertambah dengan mengandalkan rerumputan itu.

“Kami hanya memanfaatkan rerumputan hijau yang dijadikan sumber makanan ternak kerbau,” ujarnya.

Ia menambahkan pendapatan penjualan kerbau bisa mencapai Rp40-Rp65 juta setahun, sehingga bisa membangun rumah maupun membeli sawah. “Kami baru membangun rumah dari hasil penjualan kerbau,” katanya. (Ant)

Lihat juga...