Pemkab Pessel Minta Masyarakat Lestarikan Mangrove dan Cemara Laut

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni/Foto: M. Noli Hendra

PESISIR SELATAN — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, meminta masyarakat untuk menjaga dan melindungi hutan mangrove dan cemara laut yang tersebar luas di daerah tersebut.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni mengatakan, keberadaan hutan mangrove dan cemara laut memiliki manfaat yang besar, terutama untuk melakukan perlindungan dan pengamanan pantai dan muara.

“Tanggungjawab untuk menjaga dan merawat tumbuhan itu, bukan saja oleh pemerintah melalui instansi terkait, tapi juga bersama, terutama masyarakat sekitar,” terangnya.

Hendrajoni mengatakan di Kabupaten Pesisir Selatan, program penghijauan pantai yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Program untuk menjaga kelestarian dan ekosistem laut itu dilakukan untuk masyarakat juga, maka diminta untuk ikut menjaganya dan jangan hanya lepas tangan,” katanya, Rabu (26/12/2018).

Harapan itu disampaikannya karena banyak manfaat yang akan diperoleh oleh masyarakat bila tanaman itu tumbuh dan terpelihara. Selain bisa menjadi indah, juga akan membuat ikan senang berkembang biak.

Disebutkan, di daerah itu pihaknya melalui berbagai program telah melakukan penghijauan di beberapa lokasi melalui penanaman mangrove dan cemara laut. Di antaranya, di Pantai Ampiangparak Kecamatan Sutera, Pantai Sungaisirah, Pantai Sumedang, Pantai Nyiur Melambai, dan beberapa lokasi lainya.

“Karena program penghijauan pada beberapa lokasi yang dilakukan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan juga didukung oleh masyarakat, sehingga secara bertahap kondisi pantai Pessel sudah semakin membaik. Dari itu dukungan dari masyarakat sangat diharapkan, baik saat ini, maupun di masa datang,” tutupnya.

Sehubungan dengan hutan mangrove dan cemara laut, ada sebuah komunitas yang memiliki peran dalam pengembangan hutan mangrove dan cemara laut.

Seperti dikatakan oleh Ketua Laskar Pemuda Peduli Lingkungan, Haridman kepedulian komunitasnya terhadap lingkungan dan abrasi pantai berawal dari ketika dirinya datang ke Dewata Bali.

“Kita memang fokus untuk melakukan pelestarian sejumlah hewan laut yang masuk kategori langka, di samping ada pembudidayaan hewan laut yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan komersial” jelasnya.

Haridman menyebutkan beberapa tahun terakhir komunitas Laskar Pemuda Peduli Lingkungan Amping Parak melakukan berbabagi upaya penyelamatan lingkungan, di samping upaya penamanam ribuan batang pohon cemara laut juga berupaya melakukan habitatisasi penyu dan hewan laut lain seperti kepiting.

“Ribuan batang cemara laut yang kita tanam, Alhamdulillah terawat dengan baik, berkat pemberdayaan yang kami komunitas lakukan,” katanya.

Ia menjelaskan untuk melakukan penanaman pohon cemara itu, sebagai upaya untuk menjaga kestabilan garis pantai dan mencegah abrasi. Karena, selama ini kondisi Pantai Ampiang Parak terlihat adanya terjadi penggerusan, sehingga perlu untuk ditanam pohon seperti pohon cemara.

“Di sepanjang pantai ini ada 2.500 pohon cemara yang ditanam, serta juga ada sejumlah pihak yang menanam 35.000 ribu pohon mangrove (bakau),” ujarnya.

Ia mengakui, pada awal ditanamnya pohon cemara itu, para Laskar Pemuda Peduli Lingkungan merasa putus asa, karena ada sekira ratusan pohon yang ditanam, malah mati. Sehingga dilakukan penanaman ulang, serta juga melakukan perawatan ekstra dibandingkan sebelumnya, seperti penyiraman pohon dan membersihkan di sekitar pohon yang dipagar.

Haridman mengaku tidak bisa melarang masyarakat untuk datang ke kawasan 2.500 pohon cemara itu, karena setidaknya dengan adanya kegiatan Laskar Pemuda Peduli Lingkungan ini, telah memberikan wisata edukasi bagi masyarakat, untuk mengenali pohon cemara dan juga bakau.

Lihat juga...