Pemkot Dorong Pertumbuhan RTH di Kota Bekasi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), terus mendorong ruang terbuka hijau (RTH) di wilayahnya. Upaya tersebut untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya lingkungan hijau di sekitar, agar lahan serapan tetap terjaga.

“Berbagai upaya sudah dilaksanakan Pemkot Bekasi untuk menciptakan lingkungan terbuka hijau, salah satunya dengan menanam pohon. Kami juga mendorong peran swasta dan BUMN untuk membangun pusat taman dan lingkungan edukasi,” tegas Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, usai acara pembukaan gedung baru Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Rabu (19/12/2018).

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto -Foto: M Amin

Menurutnya, di samping terus melakukan penanaman pohon di berbagai lokasi saluran penampung air, pemerintah juga sudah membangun beberapa taman terbuka, seperti taman suplesi di jalur irigasi Kali Bekasi. Lokasi tersebut bisa dimanfaatkan anak muda untuk bersantai saat sore atau pagi.

Pemanfaatan lahan seperti halaman kantor kelurahan, kecamatan juga dilakukan dalam menciptakan banyaknya RTH di Kota Patriot.  Pemerintah juga terus mendorong, agar mempertahankan lahan-lahan terbuka, dan melahirkan taman-taman edukasi lingkungan di berbagai kawasan.

Hal itu, katanya, sebagai taman edukasi untuk dapat dimanfaatkan siapa pun, terutama generasi muda untuk mengenal lingkungan yang baik dan bebas dari banjir.

Lebih lanjut, Mas Tri mengakui masih ada titik rawan banjir di Kota Bekasi. Untuk meminimalisir kawasan banjir itu, perlu langkah konkret dari semua elemen, termasuk peran swasta dan BUMN.

Dia mengatakan, kerusakan lingkungan hingga berdampak banjir juga karena ulah manusia. Untuk itu, diimbau pembangunan harus memperhatikan pembuangan air dan pipanisasi.

“Penyebab banjir, salah satunya ulah manusia. Untuk itu, ke depan perlahan akan didorong perilaku manusia harus berubah dalam segi pembangunan,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Margamulya Yusdistira, terpisah, mengatakan masih terdapat banyak pipanisasi di wilayahnya yang mengakibatkan banjir. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pendataan.

“Saya baru ditugaskan sebagai lurah di kelurahan Margamulya. Saat ini, di samping melihat langsung sistem saluran air, juga melihat potensi ruang terbuka hijau untuk diajukan, guna dibangun pada 2019,” papar Yusdistira.

Lihat juga...