Pemprov Jateng Berangkatkan Transmigran ke Sumbar

SEMARANG  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberangkatkan 100 kepala keluarga dari beberapa daerah untuk mengikuti program transmigrasi di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Pemberangkatan ratusan transmigran tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Tengah dengan didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng Wika Bintang, dan Direktur Pembangunan Permukiman Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Sofyan Hanafi, di Gedung Transito, Tugu, Kota Semarang, Senin.

Ganjar berpesan kepada para transmigran agar selalu menjaga kerukunan, baik di kalangan pendatang maupun penduduk setempat.

“Pesan saya cuma satu, guyub rukun dan yang penting ‘atine ayem’, ‘ojo’ pelit,” katanya.

Ganjar berharap dengan program transmigrasi yang didanai pemerintah pusat, Pemprov Jateng dan pemerintah kabupaten/kota asal serta tujuan transmigrasi itu mampu mengubah kehidupan para transmigran menjadi lebih baik.

Di hadapan para calon transmigran yang berasal dari 24 kabupaten di Jateng tersebut, Ganjar mengungkapkan pernah mengunjungi lokasi transmigrasi di Kabupaten Sijunjung.

“Saya sudah ke sana untuk melihat lokasi, saya senang dengan suasana alam yang sangat asri dan lokasi yang menjadi lahan transmigrasi memiliki potensi alam yang luar biasa. Lahan subur yang terdapat di sana dapat diolah menjadi pertanian yang menguntungkan,” ujarnya.

Kepala Disnakertrans Jateng, Wika Bintang, menjelaskan, transmigran yang diberangkatkan kali ini berjumlah 100 kepala keluarga yang terdiri dari 383 jiwa yang terbagi 188 perempuan dan 195 laki-laki.

Transmigran dewasa tercatat sebanyak 245 jiwa, usia 5-15 tahun sebanyak 138 jiwa, dan dari ratusan transmigran tersebut, empat di antaranya merupakan anggota TNI.

Di lokasi transmigrasi, masing-masing kepala keluarga transmigran akan memperoleh lahan seluas dua hektare yang menjadi hak milik ditambah rumah hunian tipe 36.

Selain itu, para transmigran juga akan mendapatkan jatah hidup berupa sembilan bahan pokok selama setahun, alat pertanian, serta uang saku dari pemerintah kabupaten/kota asal sebesar Rp2,5 juta per kepala keluarga.

Wika menyebutkan, lokasi transmigrasi di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, memiliki karakteristik yang sama seperti Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara yakni geografis yang berbukit-bukit dan suhu udara cenderung lebih dingin.

“Kami memastikan lahan di sana sangat subur karena wilayah tersebut merupakan hutan yang baru saja dibuka,” katanya.

Untuk pemanfaatan lahan, para transmigran telah memperoleh pelatihan berbasis kompetensi bidang pertanian dan perkebunan dasar di Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta selama dua pekan.  (Ant)

Lihat juga...