Pemprov NTT Diminta Serius Berantas Calo TKI

Editor: Mahadeva WS

MAUMERE – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) diminta untuk serius melakukan moratorium dan memberantas calo Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Kebijakan dari Gubernur NTT, Viktor Lasikodat, tersebut, ditunggu langkah selanjutnya.

“Biasanya, sekarang ini, orang sengaja memberitahukan akan pergi ke Kalimantan, untuk bekerja di perusahaan kelapa sawit. Namun, sesampai di Nunukan, mereka akan diurus KTP baru dan paspor, baru diberangkatkan ke Tawau, Malaysia Timur,” ungkap Kristoforus Lose, salah seorang mantan TKI, Sabtu (15/12/2018).

Setelah mengurus surat-surat, para TKI disebut Kristo, akan dibawa menggunakan kapal laut ke Malaysia. Proses tersebut biasa dilakukan pada malam hari atau subuh. “Setelah sampai di Malaysia, para pekerja langsung diberikan kepada para majikan. Biasanya calo TKI berasal dari NTT juga, dan jumlahnya banyak sekali. Mereka ada yang tinggal di Nunukan dan ada yang di tawau, Sabah, Malaysia,” tambahnya.

Dengan kebijakan yang diberlakukan, para calo diyakini akan mencari jalan lain, untuk tetap bisa memberangkatkan TKI dari NTT. Sehingg, selain memperketat pintu pengiriman, Pemprov NTT juga harus bekerja sama dengan Pemprov Kalimantan Utara, dalam upaya memberantas calo di daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia.

“Para TKI ilegal biasanya ke Malaysia melalui Tarakan atau Nunukan. Ada yang sampai di sana baru mengurus dokumen seperti KTP dan paspor, sehingga bila terjadi kecelakaan kerja atau meninggal, pasti sulit diketahui asalnya sebab data sudah dipalsukan,” bebernya.

Lihat juga...