Pemprov Sumbar: Investasi Geothermal Berdampak Positif

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatra Barat, Maswar Dedi/ Foto: M. Noli Hendra 

PADANG – Investasi tenaga panas bumi atau geothermal di daerah, dinilai akan berdampak positif kepada pembangunan di nagari/desa, terutama bagi masyarakat sekitar lokasi. Apalagi, panas bumi ini merupakan tekonologi yang ramah lingkungan.

“Jika panas bumi ini berkembang, maka akan berdampak positif bagi nagari di sekitar lokasi proyek. Karena, program-program yang ada di nagari seperti pembangunan sarana dan prasarana dapat dibantu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR),” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi, saat dihubungi, Kamis (6/12/2018).

Tidak hanya itu, berjalannya proyek panas bumi di daerah juga akan berdampak kepada berkurangnya pengangguran, apalagi setiap investasi yang masuk ke nagari akan membuka peluang bagi anak nagari untuk bekerja.

“Kita menekankan kepada investor yang ingin berinvestasi di Sumatra Barat, yang paling diutamakan adalah rekrutmen. Mereka harus dapat mempekerjakan anak nagari di sekitar lokasi proyek. Memanfaatkan tenaga kerja lokal,” katanya.

Disebutkannya, sudah banyak negara di dunia yang maju, karena pemanfaaatan panas bumi ini. Dan, di Sumatra Barat memiliki 17 titik panas bumi yang dapat dikembangkan, namun baru tiga yang baru terekspos. Yakni, di Solok Selatan yang akan beroperasi pada 2019, kemudian di Kabupaten Solok dan Pasaman.

Dedi mengatakan, pihaknya meminta kepada masyarakat jika ada investor yang ingin berinvestasi di daerah, jangan terpengaruh isu-isu yang tidak benar yang berakibat kepada pro dan kontra. Karena, pemerintah pasti mendukung program investasi yang berdampak positif kepada masyarakat sekitar.

Lihat juga...