Pemprov Sumbar: Investasi Geothermal Berdampak Positif

Editor: Koko Triarko

395
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatra Barat, Maswar Dedi/ Foto: M. Noli Hendra 

PADANG – Investasi tenaga panas bumi atau geothermal di daerah, dinilai akan berdampak positif kepada pembangunan di nagari/desa, terutama bagi masyarakat sekitar lokasi. Apalagi, panas bumi ini merupakan tekonologi yang ramah lingkungan.

“Jika panas bumi ini berkembang, maka akan berdampak positif bagi nagari di sekitar lokasi proyek. Karena, program-program yang ada di nagari seperti pembangunan sarana dan prasarana dapat dibantu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR),” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi, saat dihubungi, Kamis (6/12/2018).

Tidak hanya itu, berjalannya proyek panas bumi di daerah juga akan berdampak kepada berkurangnya pengangguran, apalagi setiap investasi yang masuk ke nagari akan membuka peluang bagi anak nagari untuk bekerja.

“Kita menekankan kepada investor yang ingin berinvestasi di Sumatra Barat, yang paling diutamakan adalah rekrutmen. Mereka harus dapat mempekerjakan anak nagari di sekitar lokasi proyek. Memanfaatkan tenaga kerja lokal,” katanya.

Disebutkannya, sudah banyak negara di dunia yang maju, karena pemanfaaatan panas bumi ini. Dan, di Sumatra Barat memiliki 17 titik panas bumi yang dapat dikembangkan, namun baru tiga yang baru terekspos. Yakni, di Solok Selatan yang akan beroperasi pada 2019, kemudian di Kabupaten Solok dan Pasaman.

Dedi mengatakan, pihaknya meminta kepada masyarakat jika ada investor yang ingin berinvestasi di daerah, jangan terpengaruh isu-isu yang tidak benar yang berakibat kepada pro dan kontra. Karena, pemerintah pasti mendukung program investasi yang berdampak positif kepada masyarakat sekitar.

Terpisah, Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, meminta semua pihak untuk dapat membuka diri terhadap masuknya investasi ke daerah, yang diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena, investasi itu juga akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengungkapkan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTB) akan memberikan imbas positif berupa tambahan porsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah. Kecilnya PAD di daerah  dapat didongkrak dengan pembangunan PLTP.

“PLTP merupakan bentuk pembangkit energi paling ramah lingkungan, dibanding bentuk pembangkitan lainnya,” katanya.

Persoalan pemanfaatan panas bumi tidak hanya akan terjadi di beberapa wilayah Sumatra Barat. Tetapi, berbagai daerah di Indonesia lainnya, juga telah lama memulai pemanfaatan energi panas bumi.

Sehingga, adanya kekhawatiran masyarakat terhadap pemanfaatan energi panas bumi, yang kemungkinan buruk bagi lingkungan, perlu dipikir ulang. Mengingat pemanfaatan panas bumi adalah proyek nasional atau pemerintah pusat, maka tidaklah mungkin, investasi dilakukan untuk merusak lingkungan.

“Pemerintah tidak akan merusak lingkungan. Jika pun pemanfaatan panas bumi disebut merusak lingkungan, mungkin sejumlah lokasi pemanfaatan panas bumi telah ditutup. Untuk itu, mari berpikir lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...