Pemuda Mandiri Bangun Desa, Tingkatkan Kepedulian Lingkungan

JAKARTA  – Program Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) dari Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora terbukti mampu meningkatkan partisipasi pemuda membangun masyarakat.

“Adanya PMMD memberikan dampak positif seperti terjalinnya persatuan, pereratan dan persaudaraan pemuda,” kata alumni PMMD Irbabunnuha dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Setelah menjadi peserta PMMD tahun 2018, ia aktif di lingkungannya dengan melakukan beberapa program kegiatan seperti seminar kepemudaan, kajian pemuda Islam, pelatihan desain produk 3D, pelatihan pemuda tangggap narkotika, dan turnamen futsal kejuaraan pemuda.

Pemuda asal Jakarta Timur ini mengaku semakin percaya diri dan bisa memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar.

“Ini sesuai dengan harapan ketika awal ikut dalam kegiatan ini,” kata Irbabunnuha. Hal yang sama juga dirasakan Farman Adinata, pemuda asal Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, peserta PMMD angkatan 2018.

Farman mengatakan PMMD telah mengajarinya cara menggerakkan pemuda di kampung. Berawal dari sosialisasi sampai pada program nyata pemberdayaan pemuda.

“Alhamdullillah saat ini banyak kegiatan kepemudaan yang diikuti oleh semua elemen pemuda lantaran beberapa program yang saya adakan di desa,” ujarnya.

Farman berhasil menggerakkan para pemuda di kampungnya dengan berbagai aktivitas positif seperti turnamen badminton, pentas seni qosidah shalawat, pelatihan teknisi handphone, seminar kepemudaan, dan pelatihan tanggap bencana.

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni’am Sholeh, mengatakan, PMMD merupakan salah satu program unggulan kementeriannya. Program ini didasarkan pada Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 20 Tahun 2017 dan merupakan pengembangan dari program Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3).

Menurut Ni’am, program PMMD menargetkan 1.000 -1.500 pemuda tiap tahunnya. Pada 2017 PMMD diikuti kurang lebih 1.500 anak muda seluruh Indonesia.

Untuk tahun 2018 tercatat 1.000 pemuda lulus seleksi mengikuti program ini, terdiri atas 800 orang peserta baru dan 200 orang peserta terpilih dari program sebelumnya.

Pemuda desa adalah aset sekaligus market leader atas potensi pemberdayaan ekonomi di lingkungannya.

“PMMD harus jadi inkubator ekonomi desa, setidaknya investasi sumber daya manusia (SDM) untuk menyiapkan pemuda mandiri melalui beberapa pelatihan dan pendampingan,” kata Ni’am. (Ant)

Lihat juga...