Anies Harapkan Pendampingan Rembuk RW Serap Aspirasi Warga

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan Pendampingan Rembuk RW dapat menyerap aspirasi masyarakat dalam pelaksanaan RKPD 2020. Sehingga pembangunan semakin baik dari sisi kualitas dan kuantitas.

Pendampingan Rembuk RW
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan arahan dalam Forum Pertemuan Dewan Perwakilan Pendamping Rembuk RW. Foto: Ist

“Kita berharap dari sini akan ada hasil yang konkret untuk dirasakan oleh masyarakat. Ini adalah pendekatan bottom up,” ucap Anies saat memberikan arahan dalam Forum Pertemuan Dewan Perwakilan Pendamping Rembuk RW di Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Disebutkan, pelaksanaan Musrenbang 2019 ini dilakukan sebagai pedoman untuk menyusun Rancana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) DKI tahun 2020 mendatang.

Dalam arahannya, Anies mengatakan, dengan adanya forum ini, maka aspirasi masyarakat mendapatkan porsi yang cukup dan tersalurkan di dalam perencanaan pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Diharapkan RKPD Tahun 2020 yang menjadi bagian pelaksanaan RPJMD 2017-2022 semakin baik dari sisi kualitas dan kuantitas. Serta baik dari usulan program kerja yang disampaikan warga melalui Rembuk RW, Musrenbang Kelurahan, Kecamatan, Kota atau Kabupaten, hingga Provinsi.

Selain itu Anies juga menekankan agar para pendamping rembuk RW atau fasilitator mampu meningkatkan kualitas perencanaan yang berbasis urban planning dengan melibatkan warga Kota atau Kabupaten di wilayah DKI Jakarta, melalui pelatihan atau forum ini.

“Sehingga, para Pendamping Rembuk RW itu adalah unsur masyarakat yang sudah dibekali rencana pembangunan lima tahun. Kemudian teknik-teknik pendampingan agar proses diskusinya (dan) rembuknya benar-benar kondusif, serta menghasilkan perencanaan yang baik,” terangnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Subagiyo, mengatakan, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DKI Jakarta tahun 2020 diawali dengan penyerapan aspirasi warga dari tingkat RW hingga ke tingkat Provinsi DKI.

“Penyusunan RKPD diawali dari proses Rembuk RW dan pelaksanaan Musrenbang yang dilaksanakan secara berjenjang,” kata Subagiyo di lokasi yang sama.

Subagyo menambahkan, pada pelaksanaan Musrenbang 2019, dilakukan perekrutan pendamping bagi Rembuk RW pada seluruh RW yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Pendamping berasal dari warga di lingkungan RW setempat yang peduli pada pembangunan di wilayahnya.

Selanjutnya para pendamping rembuk RW tersebut diharapkan dapat melakukan asistensi atau pendampingan terhadap identifikasi permasalahan, penentuan kebutuhan dan perumusan usulan solusi permasalahan di lingkungan RW setempat.

“Dengan tujuan, usulan kegiatan yang diajukan dapat berkualitas dan menjadi solusi bagi permasalahan yang ada, sesuai potensi dan karakteristik wilayah masing-masing,” ujarnya.

Lihat juga...