Penerimaan Pajak Bekasi Lampaui Target

Pajak, ilustrasi -Dok: CDN

CIKARANG – Realisasi penerimaan pajak di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sepanjang 2018, menembus angka Rp2 triliun, naik 25 persen dari target yang ditetapkan, sebesar Rp1,6 triliun.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi, Juhandi, mengatakan, pencapaian itu diperoleh dari hasil penarikan pajak periode 1 Januari hingga pertengahan Desember 2018.

“Target kami tahun ini Rp1,6 triliun, dan sekarang sudah mencapai Rp2 triliun. Jadi sudah melebihi target,” katanya, di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018).

Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini diperoleh dari 11 sektor pajak daerah, di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah atau Bangunan (BPHTB), Penerangan Jalan Umum (PJU), Hotel, Restoran, Hiburan, Reklame, Parkir, dan pajak Air Tanah.

“Juga pajak mineral bukan logam dan batuan serta pajak sarang burung walet,” kata dia.

Juhandi menjelaskan, pajak BPHTB menjadi penyumbang pajak terbesar dengan nilai mencapai Rp760 miliar, disusul PBB dengan raihan Rp360 miliar, serta PJU sebesar Rp330 miliar.

“Sementara penyumbang pajak terkecil itu di sarang burung walet, nilainya hanya Rp700 juta,” katanya.

Pada 2019 mendatang, ia berencana menambah perolehan PAD dari sektor pajak dengan membuka potensi penarikan pajak dari sektor lain, salah satunya usaha katering yang tahun depan mulai ditarik pajaknya.

“Potensi pajak di Kabupaten Bekasi itu sebetulnya sangat besar, makanya akan terus kami gali supaya dapat mendongkrak PAD,” katanya. (Ant)

Lihat juga...