Pengaruh Cuaca, Harga Ikan di Lamsel Meningkat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

165

LAMPUNG — Kondisi cuaca angin kencang di wilayah perairan Lampung Selatan yang menyebabkan menurunnya hasil tangkapan nelayan berimbas pada harga ikan laut. Pedagang eceran terpaksa harus mengeluarkan biaya ekstra untuk dapat membeli dari Pusat Pendaratan Ikan (PPI).

Maman, salah satu penjual ikan menyebutkan, ikan laut yang sulit diperoleh saat ini di antaranya jenis simba, bondolan, tongkol, lemuru, kuniran, cumi cumi dan teri. Sebaliknya carasas, manyung, tengkurungan, kurisi masih bisa diperoleh dari pelelangan.

“Akhir tahun selalu terjadi perubahan cuaca dengan dominan gelombang tinggi dan angin kencang, imbasnya nelayan mengurangi aktivitas melaut dan pasokan ikan berkurang,” terang Maman saat ditemui Cendana News, Selasa (4/12/2018).

Maman mengaku saat ini terpaksa hanya menjual beberapa jenis ikan dan rata rata harganya mengalami kenaikan Rp3.000 hingga Rp10.000 di pelelangan. Seperti caracas dari Rp17.000 dijual Rp20.000 per kilogram, tengkurungan dari Rp18.000 dijual Rp20.000, Kacangan  dari Rp17.000 dijual Rp20.000, Tongkol yang langka semula Rp20.000 dijual Rp25.000, dan Bondolan semula Rp15.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Jenis jenis ikan lain yang sedang sulit diperoleh biasanya akan didatangkan dari luar Lampung Selatan dan sudah dibekukan. Ikan teri dijual Rp20.000, Lemuru Rp15.000,  Simba Rp35.000 dan cumi cumi mencapai Rp50.000. Jenis ikan tersebut naik rata rata Rp5.000 hingga Rp10.000 dari harga semula.

“Pedagang ikan serta konsumen biasanya akan mengetahui kelangkaan ikan serta kenaikan harga dari kondisi cuaca, seperti sekarang susah mencari ikan,” beber Maman.

Disebutkan Maman, tidak hanya nelayan, pembudidaya ikan saat ini juga tengah menghadapi permasalahan akibat cuaca terkendala. Pemilik kolam ikan nila, lele ,gurame sebagian terimbas banjir sehingga ikan lepas ke sungai. Selain itu udang vaname di wilayah Kecamatan Ketapang dan Sragi juga dijangkiti penyakit juga akibat banjir. Bahkan pemilik tambak terpaksa melakukan proses panen dini meski belum memasuki usia normal.

Petambak udang vaname di Kecamatan Ketapang memanen dini udang miliknya akibat perubahan cuaca. Foto: Henk Widi

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Mulyono, petambak di Kecamatan Ketapang.  Udang vaname miliknya mengalami proses molting atau pergantian kulit akibat peralihan cuaca panas ke penghujan. Selain itu sejumlah tambak mengalami limpasan air sungai akibat hujan turun terus menerus dalam sepekan terakhir.

Yatin, salah satu pembeli ikan menyebutkan,  harga ikan saat ini lebih mahal dari semula. Kondisi cuaca yang berpengaruh pada penurunan pasokan ikan laut. Salah satu cara memenuhi kebutuhan protein, ia kerap mengganti dengan ikan air tawar.

Baca Juga
Lihat juga...