Penghujung Tahun, KSU Derami Hentikan Pencairan Pinjaman

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara waktu pencairan pinjaman anggota koperasi di penghung tahun.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, langkah itu diambil untuk membersihkan catatan pembukuan tunggakan kredit atau  Non Performing Loan (NPL) pada tahun 2018. Apabila pencairan pinjaman anggota tetap dilakukan, maka akan sulit untuk menghitung nilai uang yang kembali ke pembukuan koperasi.

“Ya untuk penghentian sementara pinjaman itu sudah berjalan sejak beberapa hari yang lalu, dan kini kita di koperasi bersama Manajer Tabur Puja tengah menghitung berapa uang yang telah kembali dari pinjaman yang telah dicairkan sejak Januari 2018 lalu,” katanya, Sabtu (29/12/2018).

Ia menyebutkan, sejauh ini, yakni hingga hari Jumat kemarin, dari hitungan sementara sudah ada Rp150 juta uang pinjaman dari anggota yang telah dikembalikan. Artinya, dari jumlah tersebut NPL di KSU Derami Padang diperkirakan di bawah angka 3 persen.

Menurutnya, untuk mencapai angka NPL di bawah 3 persen itu, sebuah usaha yang cukup luar biasa, karena pada tahun ini terjadi pergantian pengurus koperasi dan juga Manajer Tabur Puja, sehingga banyak pembukuan yang perlu dipelajari kembali. Buktinya, hingga hari ini diperkirakan NPL di bawah 3 persen.

Ayu mengaku, meski telah ada kebijakan untuk menghentikan sementara waktu pencairan pinjaman modal usaha, masyarakat tetap saja mengajukan pinjaman di setiap Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Namun, persoalan pengajuan yang masuk di Posdaya, telah dibantu oleh pengurus Posdaya, bahwa pencairan akan dilakukan pada awal tahun 2019 mendatang.

“Sampai penghujung tahun kita tutup dulu. Nah nanti pas memasuki Januari 2019, mungkin di minggu pertama koperasi sudah bisa melakukan pencairan pinjaman modal usaha yang diajukan oleh masyarakat,” sebutnya.

Dia berharap dengan adanya kebijakan itu, tidak membuat masyarakat jadi kecewa terhadap KSU Derami. Karena dimana pun pihak lembaga keuangan yang bergerak di bidang kredit pasti akan mengambil kebijakan yang sama. Sebab sedang dalam proses penghitungan uang pinjaman yang telah kembali, sehingga tidak ada lagi uang yang dikeluarkan dalam saat penghitungan uang kembali tersebut.

“Kita tetap melayani pengajukan pinjaman modal usaha itu, karena memang itu target dari koperasi yakni membantu masyarakat kurang mampu yang ingin memperbaiki ekonomi keluarga, melalui sebuah usaha yang bisa dijalani,” tegasnya.

Ayu menyatakan, KSU Derami Padang memiliki komitmen untuk membantu dan memprioritaskan masyarakat kurang mampu untuk bisa mendapatkan pinjaman modal usaha. Karena KSU Derami menargetkan dengan adanya pinjaman modal usaha itu, dapat mengentaskan kemiskinan dari pinggir Kota Padang ini.

Terkait pencairan pinjaman modal usaha di awal tahun 2019 nanti, sejauh ini KSU Derami belum menyampaikan adanya kebijakan baru, yang jelas KSU Derami akan tetap melayani pengajuan pinjaman modal dengan ketentuan yang telah ada sebelumnya.

“Ya masih seperti sebelumnya, pinjaman awal boleh Rp1 juta – Rp2 juta. Tingkatan selanjutnya Rp3 juta, berlanjut jadi Rp4 juta dan hingga Rp5 juta,” jelasnya.

Untuk itu, dengan segala kebijakan yang telah ditetapkan itu, Ayu mengaku, dengan kondisi NPL hingga 2 hari penutupan tahun 2019 ini, terbilang sebuah capaian yang bagus. Karena mampu menekan NPL yang sebelumnya berada di atas 3 persen.

“Ke depan pada tahun 2019 setidaknya tergambar dari tahun ini. Semoga NPL bisa lebih ditekan. Tujuannya, masyarakat sejahtera dan koperasi pun terbantu,” sebutnya.

Lihat juga...