Pengungsi di Desa Tarahan Lampung Belum Tersentuh Bantuan

203

LAMPUNG – Sebanyak 142 kepala keluarga (KK) di Dusun Gubuk Garam, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan yang mengungsi di kaki-kaki bukit, belum tersentuh bantuan.

Aktivis Wildlife Conservation Societies (WCS) Way Kambas, Lampung, Sugio, melalui pesan Whatsapp yang diterima di Lampung Timur, Sabtu malam, mengatakan, ratusan KK pengungsi di dusun tersebut, banyak yang belum mendapat bantuan.

“Izin menginformasikan dari lokasi pengungsian, di Dusun Gubuk Garam Desa Tarahan Kecamatan Katibung ada 142 kepala keluarga, di antara pengungsi terdapat anak balita, anak-anak, ibu hamil, di antara anak-anak sudah terkena ISPA, bantuan belum banyak,” kata Sugio.

Menurut dia, persediaan logistik dari Perkumpulan Watala, WCS Way Kambas dan dari donatur lain perorangan masih terbatas dan kemungkinan hanya bertahan untuk tiga-empat hari ke depan, juga belum ada layanan kesehatan.

Saat dihubungi, Gio menjelaskan, Desa Tarahan adalah salah satu desa yang terdampak tsunami yang terjadi Sabtu (22/12) malam lalu, namun tidak separah daerah lain.

Di Desa Tarahan ini, sedikitnya tujuh rumah rusak disapu gelombang tsunami selebihnya tidak mengalami kerusakan.

Gio menjelaskan 142 KK mengungsi karena trauma oleh efek gelombang tsunami yang menghempas desa mereka.

Menurut dia, para warga tersebut jika pagi hari melakukan aktivitas seperti biasa seperti ke kebun, namun pada sore harinya mereka mengungsi ke kaki-kaki bukit.

WCS Way Kambas Lampung dan Watala ikut peduli bencana tsunami Kabupaten Lampung Selatan dengan mengirimkan bantuan, baik makanan dan kebutuhan dasar lainya seperti selimut kepada para pengungsi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, I Ketut Suarte, ketika dihubungi membenarkan masih ada warga yang desanya terdampak tsunami mengungsi di kaki-kaki bukit dan kebun-kebun, karena merasa lebih nyaman.

Menurut dia, pengungsi di kaki bukit yang belum tersentuh bantuan karena belum diketahui petugas.

“Kalau mereka menyendiri di tengah hutan kami tidak tahu,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...