Pengungsi di Gor Labuhan Mulai Keluhkan Kesehatan

Editor: Mahadeva

BANTEN – Sejumlah pengungsi yang berada di Gedung Olahraga (GOR) atau lapangan futsal di Kecamatan Labuhan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mulai mengeluhkan kondisi kesehatannya. Tim medis Disaster Medic Commite (DMC) Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih, yang tergabung dengan tim medis lain, melakukan pemeriksaan sejak hari kedua pascabencana tsunami. 

Petugas medis di posko kesehatan, dr. Reno Yoviah, menyebut, pasien yang datang merupakan warga terdampak tsunami Selat Sunda, yang rumahnya hancur. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Sejak posko kesehatan dibuka pada 24 Desember, pengungsi memeriksakan berbagai keluhan.

“Hari pertama pengungsi belum mengeluhkan gangguan kesehatan, namun memasuki hari keenam, sejumlah penyakit mulai menghinggapi. Faktor utama, kurangnya sanitasi air di lokasi pengungsian,” terang dr. Reno Yoviah saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (28/12/2019).

Kurang bersihnya lokasi pengungsian, terpantau terjadi hingga dua hari setelah berada di pengungsian. Namun, upaya pembersihan sampah oleh masyarakat, relawan, anggota TNI AL, di posko pengungsian membuat lokasi pengungsian mulai tampak bersih. Tim kesehatan juga mulai menyosialisasikan budaya hidup bersih di lokasi pengungsian. Petugas medis disebutnya, harus berkali-kali mengingatkan para orangtua untuk tidak merokok di lokasi pengungsian.

“Kami harus melakukan sosialisasi agar area GOR yang dipakai untuk pengungsian jangan digunakan untuk merokok, karena banyak anak-anak di lokasi pengungsian,” tambah dr. Reno Yoviah.

Lihat juga...