Pengungsi Tsunami Selat Sunda Mulai Keluhkan Penyakit

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Pengungsi korban tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan, mulai terserang penyakit. Kondisi cuaca yang didominasi hujan, serta posko pengungsian yang kurang memadai, menjadi penyebab utama banyaknya pengungsi yang sakit.

Kunsiati,kepala posko kesehatan dari Puskesma Bakauheni – Foto Henk Widi

Kunsiati, Kepala Posko Kesehatan, pos pengungsian balai Desa Totoharjo, Kecamatan Rajabasa, menyebut, ada sekira 200 pengungsi, yang memeriksakan kesehatan di posko yang dikelolanya. Mereka berasal dari Desa Kunjir, Batu Balak, Way Muli. Pengungsi mengeluhkan gatal-gatal, pegal-pegal, sakit kepala, batuk, mual, dan demam.

Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Puskesmas Rawat Inap Bakauheni, menyiagakan 10 tenaga medis di posko tersebut. “Kita siagakan tenaga medis yang siap melayani keluhan penyakit para pengungsi, ada dua pengungsi kita rujuk ke rumah sakit, sebagian masih bertahan di posko,” terang Kunsiati, Jumat (28/12/2018).

Kunsiati menyebut, sesuai arahan Dinas Kesehatan setempat, paska kunjungan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek pada Selasa (25/12/2018), stok obat-obatan telah ditambah. Obat seperti paracetamol, sirup, kapsul, tablet serta perlengkapan lain seperti infus, handscoen atau sarung tangan, masker, kain kasa semuanya telah tersedia. Bantuan dari donatur seperti susu bubuk, makanan pendamping ASI (MP ASI), bubur serta biskuit, juga sudah tersedia.

Lihat juga...