Pengusaha Papua Diharap Aktif dalam Pengadaan Barang-Jasa

144

WAMENA — Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta pejabat di provinsi paling timur memberdayakan pengusaha asli Papua dalam pengadaan barang dan jasa.

Kepala Biro Hukum Bappenas Rita Erawati di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, mengatakan bahwa Presiden sudah menginstruksikan pemberdayaan pengusaha asli Papua.

“Dengan adanya Perpres 16 tahun 2018, diharapkan pemerintah daerah bisa memanfaatkan dan juga meningkatkan profesionalisme pengusaha asli Papua yang sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah,” katanya, Senin (3/12/2018).

Ia mengatakan pemerintah pusat dan daerah harus terus saling menopang untuk memberikan dukungan kepada pengusaha asli Papua agar maju dari sisi manajemen, modal, sarana dan prasarana.

“Pengusaha Papua harus aktif dalam penyediaan barang dan jasa,” katanya.

Asisten II Sekda Jayawijaya Yohanes Katoleng mengatakan pemanfaatan pengusaha asli Papua di wilayah itu masih kurang.

Yohanes mengharapkan dengan adanya revisi Perpres Nomor 84 Tahun 2012 menjadi Perpres Nomor 16 tahun 2018, pengusaha Papua di Jayawijaya boleh mengambil peran dalam perubahan tersebut.

“Perpres 16 tahun 2018 memberikan peluang bagi pengusaha asli Papua untuk mengambil peran. Keberpihakannya sangat besar dalam Perpres ini,” katanya.  (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...