Penuhi Air Bersih, Warga Kelawi Upayakan Pembuatan Sumur Bor

Editor: Satmoko Budi Santoso

303

LAMPUNG – Puluhan tahun warga Dusun Kayu Tabu, Dusun Pematang Macan, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni mengalami kesulitan air.

Puncaknya saat musim kemarau sekitar bulan Juni hingga September warga harus mendapat air kiriman dari sejumlah wilayah.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bahkan memberikan bantuan air bersih sementara waktu.

Sejumlah relawan dengan menggunakan tangki air bersih juga mengirimkan bantuan air bersih untuk warga.

Bantuan fasilitas sumur bor dari Pemkab Lamsel bahkan mulai dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di wilayah tersebut.

Adi, salah satu dari tiga operator pengerjaan sumur bor mengaku, sudah selama dua pekan alat pengebor belum menemukan sumber air. Bebatuan keras yang ada di wilayah tersebut diakui Adi membuat proses pembuatan sumur bor lebih lama dibanding daerah lain.

Proses mengebor dengan kedalaman 40 meter disebutnya membuat mata bor kerap bermasalah.

“Bebatuan keras yang dibor membuat mata bor hanya bisa menembus rata rata satu meter per hari, berbeda dengan wilayah lain yang kerap bisa belasan meter ditembus dengan mata bor. Sepekan sudah bisa mendapatkan sumber air bersih,” terang Adi, salah satu operator alat pengebor, saat ditemui Cendana News, Kamis (13/12/2018).

Adi menyebut, mata bor yang digunakan untuk membuat sumur bor biasanya akan mengeluarkan air bersih pada kedalaman hingga 80 meter. Butuh waktu minimal satu bulan baginya dan tiga pekerja untuk bisa menembus bebatuan pada titik sumur bor yang dibuat.

Beruntung hingga kedalaman 40 meter mata bor yang dipergunakan untuk proses pengeboran tidak bermasalah. Pada kondisi batuan yang keras ia menyebut, pernah mengalami mata bor patah sehingga harus diganti dengan mata bor baru.

Adi menyebut, target penyelesaian pembuatan sumur bor akan dilakukan secepatnya. Warga di wilayah  Lampung Selatan yang berada di ujung Selatan Pulau Sumatera dan dekat dengan Selat Sunda tersebut bahkan harus mencari air ke sejumlah belik atau sumur di sejumlah lembah.

Kontur perbukitan dengan bebatuan keras mengakibatkan warga mengalami kesulitan membuat sumur gali. Keberadaan belik atau ceruk di sejumlah lembah bahkan dimanfaatkan warga untuk mendapatkan air.

Wawan dan Ardyanto, warga Dusun Kayu Tabu mengaku, setiap hari ia harus mendatangi mata air Way Inpres. Mata air Way Inpres merupakan sumber air yang dibuat menyerupai sumur berada di dekat SDN 2 Kelawi.

Selama musim kemarau way Inpres menjadi andalan warga untuk memperoleh air bersih. Berbekal jerigen untuk mengisi air yang diangkut menggunakan motor, ia bisa membawa sekitar 100 liter air bersih.

Air bersih tersebut dipergunakan untuk kebutuhan mencuci, mandi, sementara untuk kebutuhan minum ia membeli air galon.

“Harapan saya serta warga di wilayah ini sumur bor yang dibuat segera selesai sehingga warga bisa mendapatkan air bersih lebih mudah,” terang Wawan.

Meski kondisi hujan sudah melanda wilayah Lampung Selatan, Wawan menyebut, sejumlah sumber air di wilayah Kayu Tabu belum terisi air. Belik yang biasanya terisi air disebutnya bahkan masih belum terisi air.

Belik yang sebagian sudah dibuat menjadi sumur kecil tersebut masih menjadi sumber air favorit warga saat pagi dan sore untuk mandi dan mencuci. Sebagian warga yang memiliki fasilitas bak penampungan diakuinya bahkan menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Marzuki, salah satu warga Dusun Kayu Tabu Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan bertahun tahun mengharapkan bantuan sumur bor – Foto Henk Widi

Marzuki, salah satu warga di Dusun Kayu Tabu, menyebut, bantuan sumur bor sangat membantu warga. Jika air telah mengalir sumur bor tersebut akan dialirkan pada bak penampungan.

Bak penampungan yang akan ditempatkan pada lokasi lebih tinggi selanjutnya disalurkan dengan pipa. Penyaluran pipa selanjutnya akan diberi alat meteran air untuk mengukur penggunaan air bagi setiap warga.

Meski harus membayar untuk pemeliharaan fasilitas, Marzuki mengaku senang fasilitas sumur bor yang dibuat bisa mengatasi kebutuhan air bersih warga di wilayah tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...