Penumpang Nataru Melonjak, ASDP Bakauheni Siapkan Kapal Besar

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Lonjakan arus penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua dan roda empat pada angkutan Natal dan tahun baru (Nataru) 2018/2019 melalui pelabuhan Merak-Bakauheni, diprediksi mencapai 5 persen.

Kondisi tersebut diakui oleh Hasan Lessy, General Manager PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni. Sebagai antisipasi terjadinya lonjakan PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebut, menyiapkan sebanyak 6 dermaga dengan kapal sebanyak 71 unit dan siap operasi 68 unit.

Pelaksanaan Nataru 2018/2019 disebutnya sudah disiapkan dengan membuat posko angkutan Nataru di pelabuhan Bakauheni.

Posko tersebut diakui Hasan Lessy didirikan pada Kamis (20/12) hingga Rabu (2/1/2019). Sesuai dengan estimasi produksi kumulatif angkutan kapal dari pelabuhan Merak ke Bakauheni dan sebaliknya, prediksi kenaikan 5 persen sesuai dengan angkutan Nataru tahun 2017 lalu.

Prediksi pengguna jasa (demand) dengan kapasitas kapal terpasang (supply) menjadi evaluasi untuk persiapan angkutan Nataru tahun ini.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Hasan Lessy (kiri) – Foto Henk Widi

“Berbagai rencana program operasi Nataru diproyeksikan dalam kondisi muatan normal, kondisi muatan padat hingga kondisi muatan sangat padat,” terang General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Hasan Lessy, saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (10/12/2018).

Skenario yang disiapkan tersebut diakui Hasan Lessy di antaranya saat kondisi muatan normal dioperasikan kapal sesuai jadwal. Pada kondisi muatan padat diberlakukan operasional kapal-kapal berkapasitas besar. Kondisi muatan sangat padat melakukan percepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kapal (port time).

Kondisi tersebut menurut Hasan Lessy dilakukan seiring dengan dibukanya secara resmi segmen tol Bakauheni-Kotabaru ruas Bakauheni-Terbanggibesar pada 22 Desember mendatang.

Difungsikannya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sementara untuk angkutan Nataru diakui Hasan Lessy akan berdampak pada lancarnya arus kendaraan. Sebagai langkah antisipasi penambahan jumlah perjalanan kapal (trip) akan dilakukan pada angkutan Nataru tahun ini.

Sesuai data, sejak angkutan Nataru 2016/2017 estimasi produksi di lintasan Merak-Bakauheni tercatat 19.588 trip, sementara pada angkutan Nataru 2017/2018 tercatat sebanyak 20.891 trip dengan estimasi kenaikan sebesar 5 persen trip kapal pada angkutan Nataru, yang mencapai 21.936 trip pada angkutan Nataru 2018/2019.

Lihat juga...