Penyempurnaan DPT di KPU Bekasi Terkendala SiDalih Lelet

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheny. Foto: Muhammad Amin

BEKASI — KPU Kota Bekasi, mengeluhkan sulitnya mengakses Sistem Informasi Data Pemilih (SiDalih) dalam memasukkan data pemilih tetap. Hal itu menjadikan proses penyempurnaan data daftar pemilih tetap (DPT) tahap dua terhambat.

“SiDalih, sudah sejak awal lelet, sehingga teman-teman di bagian data beberapa minggu ini, harus begadang untuk meng-input penyempurnaan DPT,” kata Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheny, Selasa (11/12/2018).

Dikatakan, kendalanya ada pada aplikasi SiDalih yang lamban saat diakses. Meski KPU Kota Bekasi sudah menggunakan jaringan internet kecepatan tinggi tapi tetap tidak bisa dibuka sama sekali saat melakukan input data pemilih.

Nurul, mengakui saat pleno penetapan hasil penyempurnaan DPT Kota Bekasi 2019 tadi malam masih tertinggal dua nama yang tidak bisa dimasukka. Pihaknya terpaksa melaporkan ke Bawaslu dan dicatat secara manual untuk dimasukkan ke dalam SiDalih jika sudah bisa diakses.

“Padahal hanya memasukkan dua nama, SiDalih tidak bisa diakses. Sehingga data yang tertuang saat pleno jumlah DPT Kota Bekasi 1.682.120, padahal masih ada dua nama belum dimasukkan,” terang Nurul.

Menurutnya SiDalih merupakan program KPU RI yang diakses seluruh KPU Tingkat Kota dan kabupaten seluruh Indonesia. Kemungkinan besar servernya tidak bisa menampung.

Hal senada disampaikan Komisioner KPU Kota Bekasi bidang data, Pedro menambahkan, SiDalih adalah aplikasi dipakai untuk mengumpulkan data pemilih yang seharusnya mempermudah namun sebaliknya, mempersulit kerja karena lelet.

“Kami dua minggu terakhir, hanya berkutat di input data untuk dimasukkan ke dalam SiDalih. Ini kerjaan harusnya sehari dua hari selesai jika sistemnya bagus,” tandas Pedro.

Lihat juga...