Perajin Kopi Meraup Keuntungan di PEK Lebak

179
Ilustrasi - Foto: Dokumentasi CDN

LEBAK – Perajin kopi bubuk merk Lebak, meraup keuntungan pada pameran Pekan Ekonomi Kreatif (PEK, yang digelar Pemerintah Kabupaten Lebak. Pameran digelar khusus untuk membantu promosi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami sangat terbantu adanya pameran itu, karena omzet pendapatan meningkat,” kata Milan (45), perajin kopi merk Lebak, saat ditemui di stand pameran Pekan Ekonomi Kreatif, di Lebak.

Kopi merk Lebak, belum genap setahun ini berproduksi. Keberadaanya, sudah menyerap tenaga kerja enam orang, dan saat ini usahanya semakin berkembang. Meski pemasaran belum begitu luas, namun diyakini, prospek usaha cukup menjanjikan kesejahteraan.

Saat ini, pemasaran produk kopi Lebak, dilakukan secara online. Harga kopi bubuk merk Lebak bervariasi, antara Rp2.000 sampai Rp50.000 per kemasan. Saat ini, pesanan dari luar daerah seperti Jakarta, Bogor dan Bandung, sudah mulai berdatangan. Pemerintah daerah sangat mendorong kemajuan usaha kopi merk Lebak, dengan memberikan pembinaan-pembinaan, hingga pemberian sertifikasi halal yang diterbitkan MUI Provinsi Banten.

Selain itu, juga dilakukan upaya peningkatan kualitas pengemasan, hingga pemasangan barcode produk. “Kami selama sepekan terakhir, bisa meraup keuntungan sekira Rp20 juta melalui pameran itu,” ujarnya.

Kelebihan kopi merk Lebak, rasanya pahit, hangat dan beraroma, juga tidak menggunakan bahan pengawet. Selain itu juga termasuk komoditas organik, karena didatangkan dari petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak. Dimana, perkebunan kopi di daerah tersevbut, dipastikan tidak terpapar pupuk kimia, karena tumbuh di lahan-lahan perbukitan. “Kami menampung kopi jenis arabica, karena berkembang di Kabupaten Lebak,” tambah Milan.

Pembeli di Pekan Ekonomi Kreatif Lebak, berasal dari Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor. Mereka membeli kopi tersebut untuk dijadikan oleh-oleh atau buah tangan. Pengunjung tertarik membeli, setelah meminum secara gratis yang disediakan di stand itu. “Kami berharap ke depan produk kopi kami, bisa menembus pasar domestik dan mncanegara,” katanya.

Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Siti Samsiah, mengatakan, saat ini jumlah perajin kopi di daerah tersebut cukup berkembang. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan bahan baku yang melimpah.

Kehadiran perajin kopi, dapat membantu peningkatan ekonomi masyarakat, juga penyerapan lapangan pekerjaan. Saat ini, produk kopi lokal yang sudah terkenal diantaranya merk Leuit Badui dan Kupu-kupu. “Kami terus mengoptimalkan pembinaan agar produk kerajinan kopi bisa menjadikan andalan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...