Perang Dagang Cina-AS Mereda, Dolar Amerika Jatuh

160
Dolar Amerika Serikat - Foto: Ist/Dokumentasi CDN

NEW YORK – Kurs dolar Amerika Serikat (AS) jatuh terhadap mata uang utama lain, pada akhir perdagangan Senin (3/12/2018) waktu AS atau Selasa (4/12/2018) pagi WIB. Hal itu dipengaruhi oleh kondisi ketegangan perdagangan antara AS dan China mereda.

Meredanya hubungan tersebut menjadi sinyal bagi investor mata uang mengenai keberadaan risiko. Keuntungan luas melanda pasar saham global, pasar energi, dan pasar aset-aset berisiko. Analis mengatakan, investor telah didorong oleh ledakan optimisme, karena Amerika Serikat dan Cina setuju, untuk menginstruksikan tim ekonomi kedua belah pihak meningkatkan negosiasi.

Hal itu, melemahkan permintaan terhadap mata uang safe haven dolar AS, sebagai mata uang paling likuid di dunia. Di tempat lain di Eropa, Poundsterling terus jatuh pada Senin (3/12/2018), karena harapan persetujuan parlemen Inggris untuk kesepakatan Brexit yang diusulkan May semakin lebih tipis.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1342 dolar AS dari 1,1308 dolar AS pada sesi sebelumnya. Pound Inggris turun menjadi 1,2726 dolar AS dari 1,2742 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7348 dolar AS dari 0,7302 dolar AS. Dolar AS dibeli 113,68 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,60 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9988 franc Swiss dari 0,9996 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3210 dolar Kanada dari 1,3288 dolar Kanada.

Sementara itu, harga minyak melonjak hampir empat persen pada penutupan pasar Senin waktu AS. Hal tersebut dipengaruhi kesepakatan antara AS dan Cina, untuk melakukan gencatan senjata 90 hari, dalam sengketa perdagangan.

Patokan global, minyak mentah Brent berjangka menguat 2,23 dolar AS atau 3,75 persen, menjadi menetap di 61,69 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) berjangka, meningkat 2,02 dolar AS atau 3,97 persen menjadi menetap di 52,95 dolar AS per barel. Kedua patokan naik lebih dari lima persen pada awal sesi.
(baca : https://www.cendananews.com/2018/12/minyak-melonjak-dipicu-gencatan-senjata-as-china.html). (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...