Perantara Pemberian Uang Setnov Diganjar 10 Tahun Penjara

146
Ilustrasi - Dok. CDN

JAKARTA — Mantan Direktur Operasional PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan pemilik OEM Investment Pte Ltd, Made Oka Masagung, divonis 10 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan karena terbukti menjadi perantara pemberian uang kepada mantan Ketua DPR, Setya Novanto, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP elektronik.

“Mengadili, menyatakan terdakwa I Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan terdakwa II Made Oka Masagung telah terbukti secara sah dan meyakinkan secara hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 10 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata ketua majelis hakim, Yanto, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Putusan itu masih lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menuntut agar Irvanto dan Made Oka divonis 12 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. Vonis itu berdasarkan dakwaan pertama pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terkait perkara ini, sudah beberapa orang dijatuhi vonis yaitu mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto, dan mantan Dirjen Dukcapil, Irman, masing-masing 15 tahun dan denda masing-masing Rp500 juta subsider 8 bulan kurungan.

Mantan Ketua DPR, Setya Novanto, divonis 15 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan, Direktur Utama PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sugihardjo, selama enam tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider empat bulan kurungan ditambah kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp20,732 miliar.

Bekas anggota Komisi II DPR, Miryam S Haryani, divonis lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong divonis Mahkamah Agung selama 13 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan serta wajib membayar uang pengganti sebesar 2,15 juta dolar AS dan Rp1,186 miliar subsider 5 tahun kurungan.

Mantan anggota Komisi II DPR dari fraksi Partai Golkar, Markus Nari, juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara KTP-E dengan sangkaan menghalang-halangi penyidikan namun proses penyidikannya masih berlangsung di KPK. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...