Perbaikan Tanggul Rusak di Sleman, Berdasarkan Skala Prioritas

Buk renteng di Sleman - Foto Istimewa

SLEMAN – Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) menyebut, perbaikan sejumlah talud maupun tanggul yang rusak, atau jebol akibat hujan deras beberapa waktu lalu di DIY, dilakukan berdasarkan skala prioritas.

“Perbaikan itu, prinsipnya berdasarkan prioritas. Prioritas tersebut salah satunya didasarkan tingkat kerusakan dan fungsinya dalam aspek terkait pengamanan pemukiman ataupun lainnya,” kata Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) OP III BBWS-SO, Ovi Anton Nugroho, Minggu (9/12/2018).

Menurutnya, mengenai longsor di Sungai Boyong dan Banyurejo, di Kabupaten Sleman, pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi. Namun karena anggaran di OP III yang kurang memadai. Terutama untuk melakukan kegiatan penanganan di lokasi tersebut, yang skala kerusakannya dikategorikan butuh rehabilitasi. “Jadi kemungkinan akan diusahakan kegiatannya rehab di tahun depan oleh teman-teman Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA),” lanjutnya.

OP III juga telah melakukan pendataan kerusakan di saluran Selokan Mataram maupun Selokan Van Der Wijk. “Namun, untuk masalah perawatan, masih dilakukan secara bertahap, karena kami sesuaikan dengan anggaran,” tambahnya.

Kendati demikian, Ovi memastikan, kerusakan yang terjadi, akan tetao ditangani dan diperbaiki. “Hanya proses pemeliharaan mulai dari ditata, pertama dari hulu dahulu, baru ke arah hilir. Harapannya dalam jangka waktu tertentu, nantinya akan bisa mengcover keseluruhan panjang selokan,” tambahnya.

Lihat juga...