Perbaikan Tanggul Rusak di Sleman, Berdasarkan Skala Prioritas

182
Buk renteng di Sleman - Foto Istimewa

SLEMAN – Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) menyebut, perbaikan sejumlah talud maupun tanggul yang rusak, atau jebol akibat hujan deras beberapa waktu lalu di DIY, dilakukan berdasarkan skala prioritas.

“Perbaikan itu, prinsipnya berdasarkan prioritas. Prioritas tersebut salah satunya didasarkan tingkat kerusakan dan fungsinya dalam aspek terkait pengamanan pemukiman ataupun lainnya,” kata Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) OP III BBWS-SO, Ovi Anton Nugroho, Minggu (9/12/2018).

Menurutnya, mengenai longsor di Sungai Boyong dan Banyurejo, di Kabupaten Sleman, pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi. Namun karena anggaran di OP III yang kurang memadai. Terutama untuk melakukan kegiatan penanganan di lokasi tersebut, yang skala kerusakannya dikategorikan butuh rehabilitasi. “Jadi kemungkinan akan diusahakan kegiatannya rehab di tahun depan oleh teman-teman Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA),” lanjutnya.

OP III juga telah melakukan pendataan kerusakan di saluran Selokan Mataram maupun Selokan Van Der Wijk. “Namun, untuk masalah perawatan, masih dilakukan secara bertahap, karena kami sesuaikan dengan anggaran,” tambahnya.

Kendati demikian, Ovi memastikan, kerusakan yang terjadi, akan tetao ditangani dan diperbaiki. “Hanya proses pemeliharaan mulai dari ditata, pertama dari hulu dahulu, baru ke arah hilir. Harapannya dalam jangka waktu tertentu, nantinya akan bisa mengcover keseluruhan panjang selokan,” tambahnya.

Cuaca ektrem, berupa hujan deras yang melanda Sleman beberapa waktu lalu kembali menyebabkan bencana. Tanggul Sungai Boyong dan saluran Selokan Van Der Wijk rusak, tidak kuat menahan debit air yang besar. Terjadi longsor di Dam Lojajar Sungai Boyong, Dayakan, Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik kondisi tanggul secara keseluruhan banyak bagian yang rusak. Di bagian bawah tanggul sudah banyak yang tergerus air sehingga rawan longsor. Selain itu, pembatas dam juga banyak yang hilang. Di gorong-gorong dam juga ada batang pohon yang melintang. Akibatnya aliran air menjadi terhambat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan, mengatakan, pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan langkah pencegahan. “Di dua lokasi itu telah kami pasang garis pembatas agar masyarakat tidak mendekat,” ujarnya.

Menurutnya, tanggul di Sungai Boyong longsor karena tergerus derasnya aliran air. Akibar gerusan air, konstruksi bagian atas menjadi tidak tertahan dan akhirnya longsor. “Di bagian atas tanggul juga terlihat ada retakan sepanjang 12 meter,” sebutnya.

Kerusakan saluran Van Der Wijk di Dusun Jambean, Banyurejo, Kecamatan Tempel, berupa tanggul setinggi 10 meter, dengan panjang 10 meter dan lebar dua meter longsor. “Akibatnya mengganggu akses jalan untuk dua rumah yang dihuni empat kepala keluarga (KK),” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...