Perdamaian dan Keamanan di Afrika, Mendesak Diwujudkan

170
Ilustrasi Wilayah Afrika Timur - Foto Dokumentasi CDN
ETHIOPIA – Uni Afrika (AU), menyatakan tantangan perdamaian dan keamanan saat ini adalah kemunduran paling mendesak yang mempengaruhi perbaikan di Afrika dan rakyatnya.
Komisaris AU bagi Perdamaian dan Keamanan, Smail Chergui, mengatakan, Afrika adalah negara yang menjadi tempat delapan operasi pemelihara perdamaian PBB, dan mendominasi lebih dari 60 persen agenda Dewan Keamanan PBB.
“Banyak wilayah dan negara Afrika masih terjebak di dalam lingkaran konflik keji, dengan konsekuensi yang menghancurkan dan merusak agenda penyatuan dan pembangunan di benua itu,” kata Chergui, Sabtu (1/12/2018) siang.
Chergui juga mengungkapkan, bahwa tantangan lama bagi perdamaian dan keamanan seperti persaingan politik, ketegangan suku atau kerusuhan dalam pemilihan umum, sekarang ditambah parah dengan munculnya tantangan keamanan nontradisional, seperti terorisme dan kejahatan transnasional, penyelundupan narkotika, dan persaingan rumit antara negara adidaya, yang telah meningkatkan kehadiran militer di beberapa bagian benua tersebut.
“Di antara banyak tantangan yang dihadapi Benua Afrika, upaya untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan tak diragukan menjadi yang paling mendesak,” kata Komisaris AU, itu.
Ia mengatakan, yang lebih mendesak bagi pihaknya ialah mengakhiri konflik yang aktif di Libya, Wilayah Sahel, Tanduk Afrika, Lembah Danau Chad dan Wilayah Danau Raya.
Para pemimpin Afrika, selama pertemuan puncak luar biasa ke-11 AU, yang diselenggarakan pada awal November di Markas AU di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa, telah meluncurkan Dana Perdamaian AU dengan tujuan utama penanggulangan konflik di benua itu.
Dana Perdamaian AU yang baru diluncurkan, berkisar pada tiga daerah tematis utama, pelaksanaan penengahan dan diplomasi pencegahan, kemampuan kelembagaan dan operasi pendukung perdamaian.
Chergui pada Jumat mengungkapkan, bahwa AU telah mencatat sumbangan sebesar 60,5 juta dolar AS dari negara anggotanya, untuk Dana Perdamaian.
Blok pan-Afrika tersebut telah memproyeksikan untuk mengumpulkan sumbangan 100 juta dolar AS sampai awal 2019, berdasarkan komitmen tambahan yang disampaikan selama pertemuan kepala negara belum lama ini. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...