Peredaran Miras dan Narkoba Meningkat di Bekasi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Polres Metro Bekasi memusnahkan ribuan botol minuman keras hasil operasi cipta kondusif dan ungkap kasus penyalahgunaan narkoba. Ribuan miras dan ganja itu merupakan hasil operasi selama enam bulan terakhir.

“Barang bukti yang dimusnahkan ada 13.469 botol dan kemasan lainnnya, miras berbagai merk dan ganja seberat 33 kilogram,”kata Kombes Pol. Chandra Sukma Kumara, Kamis (20/12/2018).

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Chandra Sukma Kumara -Foto: M Amin

Barang bukti tersebut merupakan hasil penindakan Polres Metro Bekasi dan jajaran Polsek, selama Juni-Desember 2018. Polres Metro Bekasi dalam setahun melakukan dua kali pemusnahan barang bukti, seperti miras dan narkotika.

Menurut Chandra, jika dibanding tahun lalu, terjadi peningkatan kasus miras di wilayah hukum Kabupaten Bekasi. Pada 2017, penanganan yang dilakukan Polres Metro Bekasi ada 190 kasus, dan tahun ini ada 197 kasus. Begitu pun jumlah pelaku mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini, pelaku yang diamankan untuk kasus miras dan narkotika mencapai 207 pelaku. Tahun lalu hanya 178 pelaku yang diamankan. Artinya, tren pelaku peredaran miras dan narkotika tahun ini meningkat,” tegas Chandra.

Miras yang dimusnahkan pada 2017, hanya 11.000 botol, sementara tahun ini ada 13.469 botol, meningkat sekitar 2.500 botol miras.

Lebih lanjut, dia mengatakan, maraknya peredaran Miras di Kabupaten Bekasi, imbas dari ikut-ikutan. Kabupaten Bekasi ini, sebenarnya diuntungkan dengan sedikitnya jumlah perguruan tinggi, namun demikian tren peningkatan tetap harus diwaspadai.

“Dengan meningkatnya peredaran miras di Kabupaten Bekasi, pertama peningkatan karena aparat rajin melakukan giat operasi. Atau memang pendistribusiannya sudah kian memprihatinkan. Tapi ini masih di level umum, namun tetap waspada,” tandas Chandra.

Menurutnya, titik lokasi yang marak peredaran Miras di Kabupaten Bekasi meliputi kawasan Tambun dan Cikarang Selatan. Dari hasil penangkapan, miras dalam jumlah terbesar dari dua wilayah tersebut.

Namun, imbuhnya, tetap harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Karena di Kabupaten Bekasi, ada 3,6 juta penduduk.  Dia meyakinkan, di Kabupaten Bekasi tidak ada pabrikan miras, semua pengungkapan hasil dari kiriman, dan pemasarannya pun undercover melalui warung jamu.

“Kalau tidak kenal dan beli, tidak akan diberi, kecuali jika sudah kenal. Sampai saat ini, Polres hanya menindak pelaku peredaran, seperti penjual miras. Sedangkan konsumen dianggap sebagai korban,” pungkasnya.

Dalam rilis pemusnahan barang bukti Miras dan Narkotika tersebut, dihadiri oleh Kejaksaan, Hakim dan perwakilan dari Pemkab Bekasi. Pemusnahan barang bukti miras dan ganja dilaksanakan di halaman kantor Polres Metro Bekasi, jalan Ki Hajar Dewantara Cikarang.

Lihat juga...