Perlu Perbanyak Sosialisasi Keamanan Berkendara di Tol   

254
Ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA – Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menginginkan pemerintah dan berbagai pihak terkait memperbanyak sosialisasi, terutama kepada pengemudi untuk meningkatkan keamanan mengendara di ruas tol Trans Jawa.

“Masih butuh sosialisasi, terutama bagi pengemudi truk dan bus umum,” kata Djoko Setijowarno, ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Menurut dia, sosialisasi terkait keamanan mengendara merupakan hal yang penting, antara lain karena mengemudi di jalan arteri berbeda dengan di jalan tol.

Ia mengemukakan, sejumlah pihak seperti Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama operator perlu untuk meningkatkan sosialisasi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, bakal memastikan kesiapan Tol Trans Jawa dapat digunakan pada libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Menteri Basuki mengemukakan, bahwa akan meninjau kesiapan tol Trans Jawa, terutama 4 ruas tol sepanjang 180 km yang akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember 2018.

Keempat ruas tol tersebut, yakni Tol Pemalang-Batang (33 km), Batang-Semarang (75 km), Salatiga-Solo (33 km) dan Wilangan-Kertosono (39 km).

“Progres pembangunan ruas tol Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Salatiga-Solo sudah mencapai 99 persen. Sementara itu, ruas Wilangan-Kertosono sudah mencapai 95 persen. Tinggal penyelesaian pekerjaan yang kecil-kecil, seperti median concrete barrier. Minggu depan saya akan ke sana,” paparnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BUMN Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra, meyakini, bahwa pembangunan ruas jalan tol seperti Trans Jawa dan Trans Sumatra bakal membuat efek ganda yang bisa melipatgandakan aktivitas perekonomian nasional.

“Tol itu akan jalan dan bisa meng-generate (membangkitkan) ekonomi di seluruh atau di sekeliling jalan tol,” kata I Gusti Ngurah Putra, dalam wawancara di Kantor Waskita Karya di Jakarta, Kamis (15/11).

I Gusti Ngurah Putra mencontohkan, dengan menggunakan tol Trans Jawa yang kini bisa ditempuh hingga sekitar waktu 10 jam, dengan ruas tol yang sudah tembus dari ujung ke ujung, maka barang yang dikirim dari Jawa Timur ke Jakarta atau sebaliknya juga akan tiba dengan keadaan segar.

Selain itu, ujar dia, pengiriman truk barang yang tadinya hanya satu rit sekarang bisa menjadi dua rit, yang berarti juga meningkatkan produktivitas.

Dirut Waskita Karya juga mendapat pemahaman dari konsultan yang memberitahukan kepadanya, bahwa ruas tol North-South di Malaysia, setelah beroperasi lebih dari 10 tahun, ternyata juga bisa membangkitkan hingga sekitar 30 persen dari PDB negara jiran tersebut. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...