Pertamina MOR VI Kaltim Siapkan 765 KL BBM

Editor: Koko Triarko

Ilustrasi -Dok: CDN

BALIKPAPAN – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI, meningkatkan stok BBM dalam mempersiapkan libur panjang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Untuk wilayah Kalimantan Timur, Pertamina menyiapkan 765 KL per hari produk BBM jenis gasoline, seperti Pertalite. Jumlah itu naik 4 persen dari rata-rata harian normal.

Sedangkan stok Pertamax naik 5 persen menjadi 158 KL per hari konsumsi normal. Tak ketinggalan juga produk subsidi, yakni Premium, ditambah 6 persen, sehingga menjadi 955 KL per hari.

Berbeda dengan jenis BBM gasoline, BBM jenis gasoil yang digunakan untuk kendaraan bermesin diesel seperti solar, trennya akan cenderung stabil dengan rata-rata konsumsi harian sejumlah 613 KL.

Begitu pula dengan bahan bakar pesawat udara avtur yang diestimasi berada pada angka normal, dengan konsumsi harian sebesar 400 KL.

Peningkatan konsumsi avtur maupun produk BBM lainnya, diprediksi meningkat signifikan pada H-3 Natal dan H-4 Tahun Baru.

Tidak jauh berbeda dengan produk BBM, Pertamina juga telah menyiapakan antisipasi kenaikan konsumsi produk LPG berbagai ukuran.

Melihat tren konsumsi pada tahun lalu, kenaikan konsumsi LPG diperkirakan mencapai angka 5 persen, atau sekitar 338 MT per hari untuk ukuran 3 Kg, 95.7 MT per hari untuk LPG nonsubsidi ukuran 5.5 Kg dan 12 Kg.

“Kenaikan konsumsi BBM dan LPG pada Natal dan Tahun Baru merupakan hal yang sudah lumrah terjadi. Tidak hanya bagi masyarakat yang merayakan, libur long weekend pada minggu ketiga dan keempat Desember ini pun dijadikan momen liburan keluarga bagi berbagai kalangan,” kata Region Manager Comm. & CSR Pertamina Kalimantan, Yudi Nugraha, Rabu (19/12/2018).

Ia memastikan, stok BBM dan LPG di Pulau Kalimantan, aman. Dengan catatan, tren peningkatan konsumsi BBM dan LPG yang terjadi selama ini, Pertamina telah menyiapkan stok tambahan yang bervariasi di tiap-tiap daerah dengan rata-rata kenaikan 8 persen untuk produk BBM dan 5 persen untuk LPG.

Selain menambah pasokan BBM, Pertamina juga menyiapkan tim khusus  yang melakukan pemantauan berkala.

“Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang mulai aktif bekerja pada 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019. Supply point seperti TBBM dan Terminal LPG, jika diperlukan akan beroperasi selama 24 jam, sebagai antisipasi meningkatnya tren konsumsi pada hari-hari tertentu, disesuaikan dengan pantauan tim satgas,” tambah Yudi.

Satgas ini dibentuk dalam rangka memonitor stok BBM dan LPG secara lebih komprehensif, yang diperkuat oleh person in charge (PIC) dari berbagai fungsi, di antaranya Sales Excecutive, baik retail maupun Domestic Gas, Aviasi, Supply & Distribution, Keuangan, IT dan didukung penuh oleh Hiswana Migas serta berbagai fungsi dan instansi terkait lainnya.

Sebanyak 113 pekerja telah ditunjuk untuk bertugas bergantian selama masa satgas. Jumlah ini belum termasuk dengan petugas Satgas, yang tersebar di puluhan lokasi kerja Pertamina di pulau Kalimantan.

Dari sisi sarana dan fasilitas, di Pulau Kalimantan Pertamina telah menyiapkan pula 1.085 pangkalan LPG siaga, 42 SPBU yang berada di jalur keramaian dan wisata, untuk buka 24 jam serta menambah 49 unit mobil tangki dengan 98 awak, melengkapi armada yang telah beroperasi di waktu normal.

Lihat juga...