Pertengahan Desember, Mekarsari Panen Rambutan

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Siapa yang tidak kenal dengan buah, yang memiliki ciri khas, berambut, berwarna merah dan memiliki daging buah manis berwarna putih. Yup, buah rambutan.

Rambutan, termasuk sebagai salah satu tanaman musiman dan asli Indonesia. Pertengahan Desember ini, koleksi rambutan di Taman Buah Mekarsari, akan memasuki masa panen. Saat ini  ada sekira 23 jenis rambutan di Taman Buah Mekarsari. Tanamannya, tersebar di tiga area kebun. Panen rambutan akan dilakukan di minggu ke dua bulan Desember.

“Ada 900 pohon totalnya. Tapi yang paling banyak itu adalah jenis binjay. Rata-rata pohon disini sudah berumur sekitar 20 tahun. Rambutan ini termasuk tanaman awal di Mekarsari,” kata Staf Produksi Kebun, Taman Buah Mekarsari, Anna Sartika Hutapea, kepada Cendana News di Area Perkebunan Rambutan Blok A, Taman Buah Mekarsari, Sabtu (8/12/2018).

Rambutan jenis Binjay, yang berasal dari Sumatera Utara, memiliki banyak peminat. Daging buah yang tebal, berair, lekang dan rasa yang manis menjadi pendorong orang menyukai rambutan Binjay. “Tercatat, rasa manis dari rambutan Binjau, mencapai 20-23 derajat kemanisan. Kulit buahnya juga gampang dibuka. Bulu rambutannya juga tidak terlalu panjang,” ujar Anna.

Rasa manis yang hampir sama, juga bisa ditemukan di jenis Si Macan. Jenis rambutan tersebut, memiliki jenis bulu yang panjang, dan kulit buah yang lebih tebal. Daging buahnya juga tebal, tapi memiliki bentuk yang lebih lonjong dibandingkan jenis Binjay. Jenis rambuan lain, yang ada di Taman Buah Mekarsari antara lain adalah Aceh Lebak, Aceh Pelat, Rafiah, Garuda, dan Si Koneng.

“Tiap-tiap jenis memiliki kekhasan masing-masing yang terlihat dari tampilan buahnya. Seperti bulunya yang pendek atau panjang, ketebalan kulit buah, warna buah, ketebalan daging buah, tingkat kandungan air dalam daging buah hingga rasa manisnya,” papar Anna.

Lihat juga...