Pertumbuhan Ekonomi di Bali, BPR Diharapkan Perkuat Peran

Editor: Satmoko Budi Santoso

196

BADUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, meminta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dapat memperkuat peran, serta menangkap peluang pasar yang ada dari berbagai kebijakan pemerintah dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Bali.

Lebih jauh, Dewa Indra menyampaikan, Pemerintah Provinsi Bali dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, tengah mencanangkan beberapa kebijakan pembangunan ekonomi ke depan, di antaranya dengan memprioritaskan kebijakan pada sektor infrastruktur misalnya pembangunan jalur short cut Denpasar – Singaraja serta pembangunan bandara di Bali Utara.

“Pembangunan infrastruktur, kata mantan Kepala BPBD Bali ini, bertujuan mengurangi kesenjangan yang terjadi antara Bali Utara dan Bali Selatan,” ucap Dewa Indra, di sela-sela rapat evaluasi kinerja BPR/BPRS Tahun 2018 dan Pemaparan Economic Outlook 2019 di salah satu hotel di Kerobokan, Badung, Selasa (4/12/2018).

Tidak hanya itu, menurutnya, pembangunan ekonomi ke depan akan mengoptimalkan sektor primer misalnya pertanian, sehingga sektor primer dan sektor tersier tumbuh seimbang. Pembangunan di bidang industri kreatif juga terus didorong untuk tumbuh, serta peran dari sumber daya lokal dalam pertumbuhan ekonomi yang juga semakin ditingkatkan.

“Semua hal ini akan dilakukan dengan desain yang tepat, didukung regulasi, sehingga pertumbuhan ekonomi di Bali benar-benar memberi kesejahteraan masyarakat. Di sinilah peluang itu ada. Saya harap BPR bisa menangkap berbagai peluang atas kebijakan pemerintah tersebut. Sehingga BPR tumbuh dengan sehat, mampu menjaga eksistensi dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Bali,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Hizbullah, dalam sambutannya menyampaikan, secara umum kinerja perbankan Bali hingga September 2018 masih tumbuh positif.

Meskipun mengalami sedikit perlambatan. Berbagai permasalahan seperti masalah permodalan, kurangnya penerapan manajemen risiko, lemahnya sistem IT, masih menjadi beberapa masalah yang dihadapi BPR dewasa ini.

“Untuk itu ke depan, BPR harus terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis,” kata Hizbullah.

Baca Juga
Lihat juga...