Perusahaan Diminta Permudah Syarat Magang

186
Pelatihan kerja, ilustrasi -Dok: CDN
BEKASI – Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, mengimbau seluruh perusahaan di Indonesia mempermudah persyaratan pemagangan, agar yang tidak lulus sekolah dasar juga berkesempatan beradaptasi dengan dunia kerja.
“Selama ini, perusahaan masih kaku mensyaratkan peserta pemagangan memiliki latar belakang pendidikan formal, minimal SMA atau sederajat,” katanya, di Bekasi, Rabu (5/12/2018).
Hanif dalam sambutan yang dibacakan oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker, Bambang Satrio Lelono, saat membuka Program Pemagangan Mandiri (PPM) dan Seminar “Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Melalui Program Pemagangan Untuk mendukung Daya Saing Indonesia, mengimbau perusahaan agar membuka kesempatan magang bagi lulusan SMP, SD, bahkan tidak lulus SD.
Bila peserta itu tidak diterima di perusahaan sebagai pekerja baru, kata Hanif, setidaknya perusahaan telah membantu meningkatkan kompetensinya, sehingga peserta kelak dapat berwirausaha.
Program pemagangan merupakan salah satu solusi tepat untuk mengatasi persoalan ketenagakerjaan, khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja.
“Peserta mendapatkan pengalaman di dunia kerja yang sesungguhnya, membentuk sikap mental, perilaku kerja serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Program pemagangan juga memiliki dampak positif bagi perusahaan, sebagai salah satu cara efektif dan efisien dalam merekrut karyawan baru, dan ajang peningkatan kompetensi bagi karyawan yang dilibatkan dalam penyelenggaraan program pemagangan, baik sebagai koordinator pemagangan, instruktur maupun mentor.
“Hal lainnya adalah sebagai promosi perusahaan atas kepedulian terhadap penyiapan generasi penerus yang kompeten,” ujarnya.
Bambang berharap, ada perusahaan yang bersedia menjadi bapak angkat dengan pola centre-sister, dengan melakukan pendampingan sehingga bisa mandiri.
“Disnaker dan dinas terkait lainnya dapat mengambil peran sebagai pembimbing, dan membuka kemudahan akses permodalan usaha,” katanya.
Bambang berpesan kepada peserta pemagangan, agar memanfaatkan secara maksimal PPM, agar kelak mampu menjadi pribadi yang memiliki daya saing tinggi.
Pengalaman yang didapat diharapkan digunakan untuk melamar pekerjaan pada jabatan yang sesuai di perusahaan tempat pemagangan atau bekerja di perusahaan sejenis atau berwirausaha.
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, berharap kegiatan PPM ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran di kota Bekasi, sesuai visi misi Kota Bekasi 2018-2023 di bidang ketenagakerjaan.
“Yakni membuka peluang bagi 150 ribu tenaga kerja baru melalui tiga kegiatan, berupa peningkatan kompetensi, pengembangan wirausaha baru dan bursa tenaga kerja,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ditandatangani nota kesepahaman tentang penyelenggaraan pemagangan dan pembukaan lapangan pekerjaan di Bekasi, antara Dirjen Binalattas, Wakil Wali Kota Bekasi dan perwakilan perusahaan tentang komitmen perusahaan dalam mendukung pelatihan kerja. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...