Pesan Ibu Tien Soeharto, Penyemangat Caran Lestarikan Barongan Caplok

Editor: Satmoko Budi Santoso

463

JAKARTA – Ketua Among Rogo, Caran, selalu ingat pesan Ibu Negara, Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto, agar dirinya terus mengembangkan dan melestarikan kesenian rakyat ‘Barongan Caplok’.

Pesan itu menurutnya, diutarakan Ibu Tien, setelah Caran tampil menghibur dengan atraksi Barongan Caplok pada perayaan HUT TMII, beberapa tahun silam.

Usai tampil, Caran bersalaman dengan Ibu Tien dan Pak Harto. Saat salaman itu, Ibu Tien berpesan kepada dirinya, “Tolong kesenian rakyat ini diteruskan, kembangkan dan lestarikan. Jangan pernah ditinggalkan,” kata Caran menirukan ucapan Ibu Tien, kala itu.

Hingga kini, ia mengaku, selalu teringat pesan Ibu Tien, pemrakarsa Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang telah memberikan kesempatan Among Rogo tampil di TMII, dalam berbagai acara.

Menurutnya, grup kesenian Among Rogo khas Kediri, Jawa Timur ini, kerap tampil menghibur pengunjung. Tidak hanya dalam HUT TMII, tapi juga acara lainnya yang digelar manajemen TMII. Bahkan, untuk latihan Barongan Caplok juga difasilitasi di Anjungan Jawa Timur.

“Kalau latihan memang di rumah saya di pintu dua TMII. Tapi kadang kita latihan juga di anjungan Jawa Timur. Saya ucapkan terima kasih untuk TMII, telah memfasilitasi dan mengundang tampil menghibur,” kata Caran kepada Cendana News, Sabtu (29/12/2018).

Untuk menghibur pengunjung, Caran dengan tim atraksi Barongan Caplok kerap tampil di Kuncungan Sasono Utomo, Plaza Tugu Api Pancasila dan panggung Candi Bentar.

Menurutnya, atraksi Barongan Caplok memang meredup karena dampak perkembangan zaman. Namun setidaknya, dengan penampilan kesenian rakyat ini, tetap bisa dipertunjukkan dalam suatu acara. Seperti pada momen liburan sekolah, Natal dan tahun baru 2019 yang digelar TMII. Maka, diharapkan juga bisa membangkitkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap budaya daerah.

Karena, menurutnya, atraksi budaya tradisi Kediri ini memang perlu dilestarikan, sebagaimana pesan Ibu Tien.

“Pesan Ibu Tien itu membangkitkan semangat saya untuk terus melestarikan Barongan Caplok, seni budaya warisan nenek moyang,” tandasnya.

Menurutnya, dalam pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, Ibu Tien sangat berkomitmen dengan membangun miniatur Indonesia, yaitu TMII. Wahana pelestarian budaya ini, menggelorakan semangat bhineka tunggal Ika.

Dalam gelora itu,  sebut dia, budaya tradisional harus terus diperkenalkan kepada generasi muda. Agar mereka merasakan memiliki budaya, lalu mencintai dan turut melestarikan.

“Seni tradisi memang sudah meredup, tapi kami masih bertahan. Karena kami masih tampil di setiap acara budaya TMII,” ujarnya.

Kembali ia menegaskan, tarian barongan caplok ini bagian kesenian jaranan khas Kediri, yang akan terus dilestarikan. Ada pun keinginan Caran, adalah juga bisa tampil di area wisata lain yang ada di Jakarta.

Menurutnya, selama ini, Among Rogo untuk sering tampil beratraksi hanya mengandalkan TMII. Apalagi pada zaman pemerintahan Presiden Soeharto, tampil rutin menghibur pengunjung di TMII. Hingga sekarang memang masih diundang, tapi tidak sesering dulu.

Menghibur pengunjung, sebut dia, adalah berkat jiwa sosial Ibu Tien yang mengizinkan semua seniman seni tradisi tampil di TMII dalam upaya pelestarian budaya daerah.

“Ibu Tien, berjiwa sosial dan perhatian pada seniman seni tradisi. Beliau pecinta kesenian rakyat. Jujur sampai saat ini belum ada pengganti sosok beliau. Kami merasa kehilangan pelopor pemersatu bangsa dalam bingkai budaya,” pungkas ayah 7 anak ini.

Baca Juga
Lihat juga...