Peserta Seleksi CPNS Situbondo Komplain ke BKPSDM

SITUBONDO — Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Situbondo, Ahmad Yulianto , mengatakan bagi peserta CPNS yang komplain karena tidak bisa ikut tes SKB harus dilengkapi bukti.

“Memang benar pada Selasa (4/12) kemarin ada beberapa peserta CPNS yang mempertanyakan (komplain) karena tidak bisa ikut tes seleksi kemampuan bidang (SKB),” katanya di Situbondo, Jawa Timur, Rabu (5/12/2018).

Namun demikian, lanjut dia, peserta CPNS yang komplain tidak bisa mengikuti tes selanjutnya (SKB) tidak mengetahui nama yang bersangkutan dan hanya tahu dari formasi bidan.

Ia menjelaskan, lolos passing grade atau persentase pada tes seleksi kompetensi dasar (SKD) bukan jaminan bisa ikut SKB, karena masih banyak peserta lain yang lolos dengan nilainya lebih tinggi.

“Ada anggapan lolos passing grade sudah pasti bisa ikut SKB, padahal tidak begitu, karena kalau ada peserta lain yang lulus dengan nilai lebih tinggi, itulah yang diambil dan bisa ikut tes SKB,” paparnya.

Menurut Yulianto, peserta CPNS dapat mengikuti SKB setelah tes SKD tiga kali lipat dari kuota, contohnya kuota formasi bidan hanya satu orang ,maka yang ikut SKB tiga pelamar dengan nilai tertinggi.

“Bukan berarti tujuh orang lolos passing grade kemudian semuanya bisa ikut tes SKB, melainkan nilai tertinggi diambil tiga orang,” ujarnya.

Lihat juga...