Petani Berharap Perbaikan Tanggul Way Pisang Segera Selesai

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Perbaikan dua titik tanggul jebol di Sungai Way Pisang, terus dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS). Jebolnya tanggung akibat banjir luapan sungai Way Pisang pada awal Desember, lalu itu telah membuat puluhan hektare padi sawah terendam banjir.

Vani, operator alat berat excavator yang melakukan proses perbaikan tanggul menyebut, pada titik tanggul di STA 1+200, Dusun Rantau Makmur, Desa Sukabakti, Kecamatan Palas, menyebut jika perbaikan selesai pada Sabtu (7/12).

Selanjutnya proses perbaikan tanggul dampak luapan banjir dilakukan pada STA 2+500, tepatnya di Desa Sukaraja. Perbaikan yang sudah dilakukan sejak Rabu (12/12), dilakukan dengan pembersihan material sampah dan tanah di area sawah milik warga.

Fauzi, juru Sungai Way Pisang, Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung -Foto: Henk Widi

Awalnya, perbaikan dilakukan dengan excavator ukuran kecil, selanjutnya ditambah dengan excavator ukuran besar. Namun, proses perbaikan tersebut terkendala rusaknya filter mesin excavator ukuran besar, sehingga pekerjaan sementara waktu dihentikan.

“Perbaikan pada titik kedua tanggul penangkis Way Pisang yang jebol, kami lakukan dengan dua alat berat, terutama pada tanggul yang memiliki ketinggian dari sungai mencapai empat meter, satu excavator masih bermasalah, hanya dioperasikan satu unit ukuran kecil,” terang Vani, saat ditemui Cendana News, Kamis (13/12/2018).

Menurutnya, sementara ini perbaikan dilakukan mempergunakan excavator ukuran kecil, menunggu spare part, dikirim. Kerusakan salah satu spare part, karena alat berat tersebut sebelumnya digunakan untuk perbaikan tanggul akibat banjir di Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.

Ditemui di lokasi perbaikan tanggul, Fauzi, juru sungai Way Pisang, menyebut, kerusakan tanggul sudah terjadi tiga kali dalam setahun. Kerusakan pada akhir  tahun ini bertepatan dengan masa panen padi milik petani di Desa Sukaraja dan Desa Pematang Baru.

Akibatnya, puluhan hektare padi sawah, roboh. Mengantisipasi banjir susulan, BBWSMS sudah didesak oleh petani untuk melakukan perbaikan tanggul.

“Petani minta perbaikan tanggul dipercepat, karena kuatir area padi petani yang belum dipanen akan ikut terendam saat hujan turun kembali,” beber Fauzi.

Fauzi juga menyebut, kendala alat berat membuat proses perbaikan lebih lama dari waktu yang ditargetkan. Penggunaan alat untuk penanganan bencana banjir di kabupaten lain, disebutnya membuat alat excavator ukuran kecil lebih dahulu diturunkan.

Beruntung, perbaikan tanggul jebol sudah selesai diperbaiki di titik Dusun Rantau Makmur, Desa Sukabakti, dilanjutkan perbaikan di titik Desa Sukaraja.

Kedua alat berat yang dikerahkan itu, melakukan perbaikan tanggul penangkis jebol yang ikut merusak jalan penghubung antardesa. Tanggul di STA 2+500 yang diperbaiki mencapai panjang sekitar 30 meter, dengan lebar 3 hingga 4 meter.

Perbaikan dilakukan dengan melakukan perbaikan tanggul penangkis seperti semula. Selain itu, perbaikan badan sungai akan dilakukan agar sudut aliran sungai bisa memperlancar arus.

“Kita targetkan, awal pekan depan perbaikan tanggul penangkis selesai, sehingga petani tidak was-was saat ada banjir susulan,” beber Fauzi.

Suwardi, salah satu petani di Desa Sukaraja, pemilik lahan sawah, juga berharap perbaikan tanggul cepat dilakukan. Perbaikan tersebut diharapkan bisa menghindarkan lahan sawah dari terjangan banjir saat sungai meluap.

Ia juga mengharapkan, warga yang tinggal di aliran sungai tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, salah satu penyebab sungai meluap, karena banyaknya sampah menghambat laju air. Imbasnya, petani mengalami kerugian jutaan rupiah, akibat padi yang rusak saat dipanen.

Lihat juga...