Petani di Aceh Jaya Butuh Perlindungan Banjir

179

MEULABOH  – Masyarakat dan petani di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, berharap ada perlindungan pemerintah terhadap kondisi lahan pertanian tanaman padi yang terus rusak akibat bencana alam banjir.

“Di saat petani sedang bergairah tanaman padi Aceh Jaya selalu diterjang banjir. Dalam setahun ini sudah dua kali banjir besar,” kata Ketua Organisasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Jaya, Nurdin, di Meulaboh, Senin.

Ada dua kecamatan daerah sentra produksi pertanian tanaman padi di Aceh Jaya, yakni Kecamatan Pasie Raya dan Kecamatan Teunom, diperkirakan terdapat luas lahan sawah produktif masing – masing 1.500 hektare.

Nurdin berkata, mewakili petani Aceh Jaya menaruh harapan adanya penanganan banjir secara permanen di kawasan pertanian, berupa pembangunan saluran air yang memadai serta tanggul untuk menahan air sungai menerjang sawah.

“Mayoritas petani sudah mulai bergairah dan beralih ke jagung, secara ekonomi tidak masalah ketika banyak muncul petani jagung, tetapi persoalan tanaman padi juga harus menjadi prioritas, karena itu masalah pangan,” sebutnya lagi.

Nurdin menyampaikan beberapa kecamatan lain di Aceh Jaya juga rentan dilanda banjir luapan sungai ketika memasuki musim penghujan, namun perhatian organisasi ini lebih melihat kelanjutan sektor pertanian tanaman padi yang terancam.

Banjir selalu diakibatkan oleh luapan Krueng/ Sungai Teunom, kecamatan yang sangat rentan dilanda banjir seperti Pasie Raya, Teunom, Darul Hikmah serta beberapa kecamatan lain yang dekat dengan daerah aliran sungai (DAS).

“Sepeti kemarin, kita ada kegiatan Denplot yakni ada kegiatan pengembangan komoditi prioritas KTNA sebagai percontohan di kecamatan. Tapi karena faktor alam banjir kita gagal panen,” sebutnya lagi.

Lebih lanjut dikatakan, terhadap usulan pembangunan pengaman untuk melindungi lahan sawah petani sudah dilakukan oleh petani bersama KTNA.  Ia berharap juga segera akan ada tindak lanjut dari pemerintah daerah setempat. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...