Petani Palas Harapkan Perbaikan Tanggul Jebol Dipercepat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Memasuki masa tanam pertama (MT1) setelah proses pemanenan padi sawah pada masa tanam ketiga (MT3) berakhir, petani Kecamatan Palas berharap tanggul jebol sungai Way Pisang segera diperbaiki. Dampak banjir pada Sabtu (1/12) silam, air masih menggenang di lahan pertanian seluas hampir lima hektare.

Tumiran, salah satu petani jagung dan sayuran di Dusun Rantau Makmur Desa Sukabakti, Kecamatan Palas mengaku belum bisa bertani sebelum air surut. Meski upaya perbaikan eks pintu air di tanggul penangkis dengan ketinggian mencapai tiga hingga empat meter sudah dilakukan oleh pihak terkait.

“Sesuai rencana masa tanam pertama akan kami tanami padi, tetapi justru tanggul jebol,” terang Tumiran saat ditemui Cendana News, Senin (10/12/2018).

Pada masa tanam pertama bersamaan dengan musim penghujan atau rendengan, petani di wilayah tersebut kerap memanfaatkan pintu pintu air. Ia berharap perbaikan pada tanggul yang jebol segera diperbaiki sehingga ia bisa beralih menanam padi.

Kerugian akibat jebolnya tanggul penangkis berkisar Rp5 juta hingga Rp7 juta. Kerugian tersebut dikalkukasikan dari sejumlah tanaman sayur produktif siap jual yang rusak.

Selain itu kerusakan pada tanaman jagung terendam air terjadi saat memasuki masa pemupukan kedua. Satu kuintal pupuk yang selesai ditaburkan hanyut sekaligus tanaman jagung yang busuk akibat terendam air lebih dari sepekan.

Vani, operator excavator perbaikan tanggul Way Pisang menyebutkan, perbaikan sudah memasuki tahap penyelesaian. Perbaikan ditargetkan selesai satu pekan pada dua titik.

Titik pertama pada tanggul jebol di Dusun Rantau Makmur Desa Sukabakti dilanjutkan ruas penghubung Desa Sukamulya dan Desa Pematang Baru. Namun excavator dengan bagian lengan (arm) dan pengeruk (bucket) excavator membuat pengerukan tanah terhambat.

“Secepatnya akan diselesaikan perbaikan tanggul yang jebol agar saat ada banjir susulan selama musim penghujan air tidak meluap,” beber Vani.

Wiyoto, petani pemilik lahan sawah dengan tanaman padi varietas Muncul Cilamaya yang roboh terendam banjir luapan sungai Way Pisang. Foto: Henk Widi

Sementara itu, tanggul jebol di ruas Sukamulya-Pematangbaru masih menyisakan kerugian bagi Wiyoto, pemilik sawah di Sukamulya. Setengah hektare lahan padi varietas Muncul Cilamaya miliknya rencananya dipanen pada Rabu (12/12) mendatang. Namun luapan sungai Way Pisang membuat tanggul jebol dan merendam sekaligus merobohkan lahan sawah miliknya.

Meski demikian belum selesainya perbaikan tanggul membuat ia belum berencana melakukan pengolahan lahan. Pasalnya seperti yang terjadi di areal persawahan lain, sesudah dibajak dengan traktor lahan sawah terimbas banjir.

Ia berharap memasuki masa tanam pertama perbaikan tanggul segera diselesaikan. Ia juga berharap tanggul permanen dibangun di titik yang sudah dua kali jebol sepanjang tahun ini.

Lihat juga...