Peternakan Sapi Perah Padang Panjang Merambah Pariwisata

Peternak sapi perah - Dok: CDN

PADANG PANJANG – Berada di jalur utama Padang menuju Bukittinggi, Kota Padang Panjang dikelilingi gunung dan perbukitan. Daerah tersebut dikenal sebagai daerah terkecil di Sumatera Barat, dengan luas hanya 23 kilometer persegi.

Kota berjuluk Serambi Mekah tersebut, berada di ketinggian antara 650 sampai 850 meter di atas permukaan laut. Hal itu menjadikannya cocok untuk usaha peternakan sapi perah. Dan peternakan sapi perah, sudah menjadi salah satu kegiatan andalan warga di sana.

Selain menghasilkan susu, kegiatan tersebut kini juga menghadirkan peluang wisata edukasi. Kelompok tani Permata Ibu, yang berada di Jalan Syeh Ibrahim Musa, Kelurahan Ganting, Padang Panjang Timur, termasuk kelompok yang sukses menangkap peluang wisata edukasi di sektor peternakan di Padang Panjang.

Mereka mulai mengembangkan kegiatan tersebut di 2006. Namun baru membenahi pengelolaannya di 2017, dalam upaya meraih keuntungan lebih besar bagi pelaku usaha pengolahan susu. “Di sini keuntungan lebih yang dimaksud, sekalian kami bisa meningkatkan penjualan susu, di samping penjualan melalui kios, ke sekolah-sekolah atau ke pelanggan tetap yang dipasarkan secara mandiri oleh peternak,” kata Ridwansyah, pengelola wisata edukasi Permata Ibu, Minggu (16/12/2018).

Permata Ibu menyediakan paket wisata edukasi bagi kalangan pelajar dan masyarakat umum dengan jumlah peserta minimal 20 orang. Dalam paket itu, setiap peserta cukup membayar Rp20.000, untuk menikmati satu botol susu dan paket wisata yang meliputi beberapa kegiatan, termasuk pengenalan budidaya sapi perah, pemberian pakan, pemerahan susu, serta pengenalan pengolahan susu dan pembuatan kompos.

Lewat wisata edukasi, kelompok tani juga menyampaikan informasi mengenai manfaat dan pentingnya mengonsumsi susu. Harapannya, bisa mendorong peningkatan konsumsi susu masyarakat. Pengunjung yang datang berbelanja ke gerai Permata Ibu, biasanya akan melanjutkan kegiatan dengan melihat-lihat, dan berbincang tentang usaha peternakan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang, Wahidin Beruh, menyebut, di 2017 tercatat ada 2.000 lebih pengunjung yang menikmati wisata edukasi di peternakan sapi perah Padang Panjang. Pengunjung menjadikan area usaha kelompok Permata Ibu, unit milik pemerintah daerah setempat, serta kelompok peternak seperti Lembu Alam Serambi, Tunas Baru, Yuza, Serambi Karya Mandiri dan Lembah Makmur Hijau sebagai tujuan wisata. Para penikmat wisata edukasi itu di antaranya berasal dari Bukittinggi, Padang Pariaman, Solok dan daerah luar Sumatera Barat seperti Jambi, Riau, Jawa Barat hingga Kalimantan Barat.

Berkoperasi Usaha peternakan sapi perah sudah berjalan di Padang Panjang sejak 1981. Setelah bertahun-tahun para peternak bekerja sendiri-sendiri dalam usaha tersebut, pada September 2017, Ridwansyah, berusaha mengorganisasi kelompok peternak dengan membentuk Koperasi Peternak Sapi Perah Merapi Singgalang (KPSP Mersi).

Dalam wadah koperasi itu, para peternak saling berbagi pengalaman usaha dan solusi masalah peternakan sapi perah. Mereka kemudian memproduksi susu yang diberi merek Serambi Milk, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan penjualan lewat program makanan tambahan bagi anak TK dan SD. (Ant)

Lihat juga...