PGRI Lampung Galang Dana Bagi Guru Terdampak Tsunami

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Bencana gelombang tsunami di wilayah Lampung Selatan mengakibatkan kerusakan infrastruktur, perumahan, korban jiwa dan luka luka. Kondisi tersebut menjadi keprihatinan bagi pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lampung.

Ketua PGRI Provinsi Lampung, Dr.I Wayan Satria Jaya,M.Si menyebutkan, pengurus menyampaikan duka yang mendalam, keprihatinan kepada seluruh masyarakat di wilayah Banten dan Lampung.

I Wayan Satria Jaya menyebut dampak tsunami yang diakibatkan oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) tersebut sebagian merusak fasilitas pendidikan di antaranya sekolah, pesantren dan berdampak bagi guru dan siswa sekolah.

Ia mengaku meski tsunami terjadi pada malam hari, tepatnya Sabtu (22/12) saat tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) namun dampak langsung menimpa sejumlah sekolah.

“Membantu meringankan beban masyarakat terdampak tsunami Banten, Lampung dengan menggalang dana serta pendampingan terutama bagi keluarga besar guru,” terang ketua PGRI Provinsi Lampung saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (25/12/2018)

I Wayan Satria Jaya yang didampingi ketua PGRI Kabupaten Lampung Selatan, Muhammad Yamin mengaku meninjau sejumlah wilayah terdampak di pesisir Kecamatan Rajabasa dan Kalianda.

Saat meninjau SDN 2 Kunjir yang berada di tepi Selat Sunda, I Wayan Satria Jaya menyebut bisa melihat langsung kondisi Gunung Anak Kraatau yang tengah erupsi dengan kepulan asap hitam dilihat dari sekolah tersebut. Akibat terjangan tsunami kondisi sekolah bahkan mengalami kerusakan.

I Wayan Satria Jaya menyebut kerusakan SDN 2 Kunjir yang berada tidak jauh dari pantai mencapai 100 persen. Sejumlah tembok sekolah jebol, bangku bangku sekolah hancur dan batang kayu besar merobohkan plang nama SDN 2 Kunjir.

Lihat juga...